Mawatu Dikembangkan Jadi Pusat Kota Baru Labuan Bajo

  • 15 Sep 2026 11:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Kawasan Mawatu dikembangkan sebagai pusat kota baru Labuan Bajo di tengah pertumbuhan pariwisata dan konektivitas kawasan.

Pengembangan di Pantai Batu Cermin tersebut mengusung konsep kawasan terpadu yang menghubungkan pariwisata, gaya hidup, budaya, alam, dan komunitas.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat, jumlah penumpang angkutan udara pada Maret 2026 mencapai 223.302 orang.

Angka tersebut meningkat 33,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bandara Komodo Labuan Bajo berkontribusi 23,93 persen terhadap total pergerakan penumpang udara di NTT.

Pertumbuhan juga terlihat dari kunjungan wisatawan mancanegara. Pada April 2026, BPS mencatat 26.604 kunjungan melalui pintu masuk utama NTT.

Jumlah tersebut meningkat 31,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang juga mencapai 40,97 persen atau meningkat 8,87 persen secara tahunan.

Pertumbuhan pariwisata tersebut turut didukung konektivitas internasional. Penerbangan langsung Singapura–Labuan Bajo mulai beroperasi pada Maret 2025 melalui Jetstar Asia.

Layanan tersebut kemudian dilanjutkan Scoot pada akhir 2025. Konektivitas regional juga diperkuat melalui penerbangan langsung Kuala Lumpur–Labuan Bajo.

Melihat perkembangan tersebut, Mawatu dikembangkan di atas lahan seluas 12 hektare dengan visi menjadi The New City Center of Labuan Bajo.

Kawasan tersebut mengintegrasikan delapan pilar, yakni hospitality, lifestyle, culture, culinary, creative, maritime, nature, dan community.

Pada sektor gaya hidup, Mawatu menghadirkan kawasan komersial dengan tenant ritel dan kuliner serta Cinema XXI yang disebut sebagai bioskop modern pertama di Pulau Flores.

Sementara pada sektor alam, kawasan tersebut memadukan panorama pantai, ekosistem mangrove, dan perbukitan alami sebagai bagian dari konsep pengembangan.

Untuk aspek budaya dan komunitas, Mawatu menyiapkan aktivitas seni di amphitheater serta kolaborasi dengan pengrajin tenun lokal dan komunitas kreatif.

Head of Strategic Marketing Vasanta Group Jonathan Budiman mengatakan, perkembangan Labuan Bajo menciptakan kebutuhan terhadap ruang publik, gaya hidup, dan aktivitas wisata yang terintegrasi.

“Perkembangan Labuan Bajo menciptakan kebutuhan akan sebuah kawasan yang mampu menghadirkan gaya hidup, ruang publik, dan aktivitas wisata dalam satu tempat,” terang Jonathan.

Menurutnya, pengembangan Mawatu diarahkan untuk menjadi bagian dari perkembangan kawasan sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, warga Desa Batu Cermin Elbertus Marianus Liman berharap perkembangan pariwisata memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Batu Cermin memiliki potensi besar sebagai bagian dari perkembangan Labuan Bajo. Kami berharap berbagai pengembangan baru dapat membuka peluang ekonomi, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi wilayah sekitar,” ujarnya.

Pengembangan Mawatu tersebut menempatkan masyarakat, wisatawan, dan pelaku ekonomi kreatif sebagai bagian dari ekosistem kawasan yang dikembangkan di Pantai Batu Cermin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....