Menteri Pariwisata: Festival Golo Koe Perkuat Identitas Pariwisata Labuan Bajo

  • 11 Agt 2026 05:44 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menilai Festival Golo Koe menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat identitas pariwisata Labuan Bajo di mata dunia.

Hal itu disampaikan Widiyanti saat membuka Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 di Marina Waterfront Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 10 Agustus 2026.

Menurutnya, perkembangan pariwisata Labuan Bajo harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai, budaya, dan kehidupan masyarakat sebagai tuan rumah destinasi.

“Ini telah menjadi salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Keindahan alamnya membawa wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk datang dan mengenal Flores,” ujar Widiyanti.

Ia juga mengatakan, semangat tersebut telah dihadirkan melalui Festival Golo Koe sejak lima tahun terakhir. Festival ini dinilai mampu mempertemukan iman, tradisi, dan kehidupan masyarakat Manggarai dalam sebuah perayaan yang terbuka bagi wisatawan maupun masyarakat luas.

“Di sinilah saya melihat kekuatan Festival Golo Koe. Wisatawan hadir untuk mengalami Labuan Bajo secara lebih utuh, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia,” katanya.

Selain itu, Widiyanti mengapresiasi Keuskupan Labuan Bajo dan Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta seluruh pihak yang telah membangun Festival Golo Koe hingga menjadi salah satu event unggulan Indonesia.

Festival Golo Koe telah tiga tahun berturut-turut masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) sejak 2024 dan kembali terpilih dalam Top 10 KEN 2026 untuk kedua kalinya.

Pada 2025, Festival Golo Koe tercatat menarik lebih dari 45.000 wisatawan, melibatkan 173 UMKM, 883 pekerja seni, dan 1.473 tenaga kerja. Festival tersebut juga menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp2,82 miliar.

“Ini adalah pariwisata berkualitas, ketika pengalaman wisatawan tumbuh bersama manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal,” ujar Widiyanti.

Pihaknya berharap Festival Golo Koe terus menjadi bagian dari perjalanan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang berkembang bersama masyarakat, namun tetap teguh pada akar budaya dan nilai-nilai lokal.

“Keindahan membuat orang datang, tetapi nilai yang hidup di tengah masyarakat membuat sebuah destinasi selalu dikenang,” ucapnya.

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 berlangsung pada 10 hingga 15 Agustus 2026 di Marina Waterfront Labuan Bajo, Manggarai Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....