Ekowisata Detusoko Dorong Wisatawan Tinggal Lebih Lama di Kabupaten Ende
- 30 Jun 2026 23:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Kecamatan Detusoko terus didorong untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kabupaten Ende. Kawasan yang berada di jalur menuju Taman Nasional Kelimutu dinilai memiliki potensi besar melalui kekayaan pertanian, budaya, tradisi, dan bentang alam yang masih terjaga.
Anggota DPRD Kabupaten Ende, Ferdinan Nando, mengatakan posisi strategis Detusoko sebagai pintu masuk menuju Kelimutu menjadi peluang yang harus dimanfaatkan melalui pengembangan potensi desa. "Kita berangkat dulu dari apa yang ada, jangan langsung berpikir seperti Labuan Bajo atau Bali karena konteksnya sangat berbeda," katanya dalam dialog di RRI Ende.
Menurut Nando, pengembangan pariwisata harus berangkat dari kekuatan lokal yang dimiliki masyarakat sebagai modal utama pembangunan desa. Potensi tersebut meliputi hamparan persawahan, kehidupan masyarakat yang masih asli, tradisi adat, hingga aktivitas pertanian sebagai daya tarik wisata.
Ia menjelaskan inisiatif pengembangan ekowisata di Detusoko telah dimulai sejak 2018 melalui program Detusoko Ecotourism yang digagas bersama komunitas anak muda. Program tersebut diawali dengan penyediaan homestay di tingkat dusun sebelum berkembang menjadi pengelolaan desa wisata secara lebih terstruktur.
"Masyarakat tidak menjadi objek dalam konteks pariwisata, tetapi mereka harus menjadi pelaku utama atau subjeknya," ujar Nando. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.
Karena itu, pemerintah desa, kelompok sadar wisata, BUMDes, tokoh adat, dan masyarakat terus didorong berkolaborasi mengelola seluruh potensi wisata. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.
Nando mengatakan wisatawan yang berkunjung ke Kelimutu umumnya hanya menginap satu malam di kawasan Moni sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menghadirkan atraksi wisata yang membuat wisatawan tinggal lebih lama di Kabupaten Ende.
Ia menambahkan setiap desa di Kecamatan Detusoko memiliki keunikan yang berbeda sehingga perlu dikembangkan sebagai paket wisata terpadu. Kampung adat, agrowisata, persawahan, sumber air panas, hingga tradisi masyarakat dinilai dapat menjadi daya tarik yang saling melengkapi.
Menurut Nando, kolaborasi antardesa penting dilakukan agar wisatawan memperoleh pengalaman berbeda di setiap destinasi wisata. Dengan semakin banyak pilihan aktivitas wisata, manfaat ekonomi sektor pariwisata diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....