Perempuan Pengrajin Tenun Jadi Pilar Wisata Desa

  • 28 Apr 2026 01:06 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Perempuan pengrajin tenun menjadi pilar ekonomi desa dan penunjang utama sektor pariwisata melalui produk kain tenun ikat khas Ngada
  • Usaha tenun memungkinkan perempuan menggerakkan ekonomi keluarga secara mandiri tanpa meninggalkan peran rumah tangga
  • Pemberian bantuan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) serta pelatihan desain untuk menyesuaikan motif tradisional dengan selera pasar modern
  • HPI Ngada memfasilitasi jaringan toko cinderamata dan memperkenalkan pemasaran digital (Direct-to-Consumer) kepada para pengrajin
  • Pencapaian kemandirian ekonomi perempuan diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di wilayah pedesaan Kabupaten Ngada

RRI. CO. ID, Ngada– Peran perempuan pengrajin tenun di Kabupaten Ngada kini semakin vital dalam menunjang pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah pedesaan. Produk kain tenun ikat khas Ngada telah menjadi salah satu cinderamata yang paling banyak dicari oleh para wisatawan.

Ketua HPI Ngada, Klaudius Godafrids Sua mengatakan bahwa aktivitas menenun merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kaum perempuan di Ngada. Usaha kerajinan ini mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga tanpa harus meninggalkan kewajiban utama mereka di dalam rumah tangga, Ungkapnya Kepada RRI Senin, 23 Maret 2026.

Pemerintah daerah terus memberikan bantuan berupa alat tenun bukan mesin untuk meningkatkan produktivitas para pengrajin di tingkat desa. Pelatihan desain juga diberikan agar motif tenun tradisional tetap relevan dengan selera pasar modern tanpa menghilangkan nilai aslinya.

HPI Ngada membantu memfasilitasi pemasaran produk tenun lokal melalui jaringan kerja sama dengan berbagai toko cinderamata di luar daerah. Strategi pemasaran digital juga mulai diperkenalkan kepada para pengrajin agar mereka bisa menjual produk secara langsung ke konsumen.

Kemandirian ekonomi perempuan pengrajin diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan di wilayah pedesaan yang ada di Kabupaten Ngada tersebut. Sektor pariwisata harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali termasuk bagi kaum perempuan.

Keindahan motif kain tenun ikat merupakan cerminan dari ketekunan serta keterampilan tangan luar biasa dari perempuan-perempuan hebat asal Ngada. Dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan agar tradisi menenun ini tetap lestari dan terus berkembang mengikuti dinamika zaman.

Pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat akan menciptakan kemandirian ekonomi yang kokoh bagi warga yang tinggal di sekitar objek wisata. Mari kita apresiasi karya seni luar biasa ini dengan membeli produk asli buatan tangan para pengrajin lokal kita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....