Pemandu Wisata Ngada Kembangkan Program Literasi Budaya
- 28 Apr 2026 00:53 WIB
- Ende
Poin Utama
- Pengembangan literasi sejarah melalui pembuatan buku saku sebagai panduan resmi bagi pemandu wisata untuk menjaga konsistensi informasi budaya.
- Dokumentasi makna filosofis simbol budaya pada rumah adat Ngada, terutama mengenai hubungan spiritual antara manusia dan Sang Pencipta
- Kerja sama antara HPI Ngada dan tokoh adat untuk menggali kembali cerita rakyat (folklore) guna memperkuat pengalaman edukatif wisatawan.
- Dorongan integrasi materi sejarah lokal ke dalam kurikulum sekolah di Kabupaten Ngada untuk menumbuhkan rasa bangga generasi muda.
- Pelaksanaan diskusi rutin antara pemandu senior dan peneliti budaya nasional untuk memastikan akurasi fakta sejarah yang disampaikan kepada publik
RRI. CO. ID, Ngada – Himpunan Pramuwisata Indonesia Ngada mulai mengembangkan program literasi sejarah untuk memperkuat narasi budaya pada setiap destinasi wisata. Program ini bertujuan agar setiap pengunjung tidak hanya melihat keindahan fisik tetapi juga memahami makna mendalam di baliknya.
Ketua HPI Ngada, Klaudius Godafrids Sua mengatakan bahwa sejarah luhur suku Ngada perlu didokumentasikan dengan sangat baik dalam bentuk buku saku. Buku tersebut akan menjadi panduan bagi para pemandu dalam menyampaikan informasi yang konsisten kepada seluruh wisatawan yang datang, ungkapnya Kepada RRI Senin, 23 Maret 2026.
Banyak simbol budaya di dalam rumah adat yang memiliki arti filosofis tentang hubungan antara manusia dengan sang pencipta. Pengetahuan seperti ini harus terus diajarkan kepada generasi muda agar identitas budaya bangsa tidak hilang seiring perkembangan zaman.
HPI juga menjalin kerja sama dengan para tokoh adat untuk menggali kembali cerita rakyat yang hampir terlupakan oleh masyarakat. Narasi yang kuat akan membuat pengalaman berkunjung bagi para turis menjadi lebih berkesan dan penuh dengan nilai edukasi.
Sektor pendidikan di wilayah Ngada diharapkan mampu mengintegrasikan materi sejarah lokal ke dalam kurikulum pembelajaran di sekolah umum. Anak-anak sekolah perlu mengenal kekayaan budaya mereka sendiri sejak dini agar muncul rasa bangga terhadap tanah air tercinta.
Diskusi rutin mengenai perkembangan sejarah lokal terus dilakukan oleh para pemandu senior bersama dengan para peneliti budaya nasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap fakta yang disampaikan kepada publik memiliki dasar penelitian yang sangat kuat.
Literasi budaya merupakan pondasi utama dalam membangun industri pariwisata yang berkualitas dan memiliki karakter yang sangat kuat sekali. Mari kita lestarikan sejarah leluhur melalui tulisan dan tindakan nyata demi masa depan pariwisata Indonesia yang lebih cerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....