HPI Ngada Kampanyekan Gerakan Wisata Ramah Lingkungan

  • 28 Apr 2026 00:48 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Inisiasi gerakan wisata ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian hutan lindung sebagai daya tarik utama pariwisata alam di Kabupaten Ngada.
  • Pemandu wisata berperan sebagai edukator bagi pengunjung dalam menjaga kebersihan lokasi dan pelestarian ekosistem lokal.
  • Ajakan kepada pengusaha penginapan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai demi keberlanjutan lingkungan.
  • Memposisikan Kabupaten Ngada sebagai pusat pariwisata berbasis konservasi di Flores guna menarik minat wisatawan mancanegara yang sadar lingkungan.
  • Pelaksanaan program penanaman kembali (reboisasi) bibit pohon secara berkala di area gundul bersama masyarakat setempat.

RRI. CO. ID, Ngada – Himpunan Pramuwisata Indonesia wilayah Ngada kini gencar mengampanyekan gerakan wisata ramah lingkungan di berbagai objek wisata alam. Gerakan ini dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan lindung yang menjadi daya tarik utama bagi para pecinta alam.

Para pemandu wisata diwajibkan memberikan edukasi kepada setiap pengunjung mengenai pentingnya tidak membuang sampah sembarangan di lokasi. Kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan alam akan menjamin keberlangsungan ekosistem yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat lokal.

Ketua HPI Ngada, Klaudius Godafrids Sua mengatakan bahwa keindahan alam Ngada tidak boleh rusak hanya karena kepentingan ekonomi sesaat dari pariwisata. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana dengan tetap memprioritaskan aspek perlindungan lingkungan hidup yang berkelanjutan Ungkapnya Kepada RRI Senin, 23 Maret 2026.

HPI Ngada juga mengajak para pengusaha penginapan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan hotel mereka masing-masing. Langkah kecil ini jika dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak yang sangat besar bagi kelestarian bumi kita.

Wisatawan mancanegara saat ini cenderung lebih memilih destinasi yang menerapkan prinsip konservasi alam yang sangat ketat dan konsisten. Hal ini menjadi peluang besar bagi Kabupaten Ngada untuk memposisikan diri sebagai pusat pariwisata berbasis lingkungan di Flores.

Penanaman kembali bibit pohon di area yang mulai gundul terus dilakukan secara berkala oleh anggota HPI bersama warga. Kerja nyata ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dari pelaku pariwisata terhadap keberlangsungan warisan alam bagi generasi mendatang.

Setiap individu memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan juga pelestarian alam sekitar. Mari kita jaga bersama keaslian alam Flores agar tetap hijau serta memberikan manfaat bagi seluruh makhluk hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....