Akses Disabilitas Wisata Flores Masih Minim

  • 22 Apr 2026 14:36 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Fasilitas umum di berbagai objek wisata di wilayah Flores dinilai masih belum sepenuhnya mendukung aksesibilitas bagi para penyandang disabilitas.
  • Hal ini diungkapkan oleh Agustinus Suryanto, seorang pemandu wisata disabilitas saat berbagi pengalaman dalam program Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Ende.
  • Surya menyoroti bahwa infrastruktur pendukung di destinasi populer seperti Taman Nasional Komodo masih menantang bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
  • Surya bermimpi melihat Indonesia, khususnya NTT, menjadi destinasi wisata yang benar-benar ramah bagi penyandang disabilitas di masa mendatang.

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di sejumlah destinasi wisata di Flores dinilai masih belum optimal. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam upaya mewujudkan pariwisata yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

Hal tersebut disampaikan pemandu wisata disabilitas, Agustinus Suryanto, dalam program Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Ende. Ia menilai fasilitas umum di objek wisata, termasuk di kawasan populer seperti Taman Nasional Komodo, masih belum sepenuhnya mendukung kebutuhan pengunjung dengan keterbatasan fisik.

“Masih banyak tantangan di lapangan, terutama terkait akses jalan, fasilitas pendukung, dan kemudahan mobilitas,” ujarnya.

Menurut Surya, kondisi ini membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata agar pengembangan destinasi tidak hanya berfokus pada daya tarik, tetapi juga aspek inklusivitas.

Meski menghadapi keterbatasan, Surya tetap konsisten menjalankan profesinya sebagai pemandu wisata. Ia menilai keterbatasan fisik justru memberinya perspektif lebih dalam memahami kebutuhan wisatawan, khususnya yang membutuhkan perhatian khusus.

Ia juga mengungkapkan bahwa wisatawan mancanegara cenderung lebih terbuka dan menghargai kualitas pelayanan dibanding kondisi fisik seorang pemandu. Hal ini menjadi motivasi tersendiri untuk terus berkarya di sektor pariwisata.

Melalui usahanya, Surya Flores Tour, ia berupaya membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, termasuk penyandang disabilitas, agar dapat terlibat aktif dalam industri pariwisata.

Surya berharap ke depan Flores, khususnya Nusa Tenggara Timur, dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang ramah disabilitas. Menurutnya, transformasi infrastruktur yang inklusif akan meningkatkan daya saing pariwisata di tingkat nasional maupun internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....