Kampung Riipua Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata Kreatif

  • 06 Apr 2026 17:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka — Sebuah destinasi wisata baru hadir di Maumere, Flores, tepatnya di Kampung Riipua, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Lokasi ini berada sekitar 30 kilometer ke arah barat Kota Maumere dan mulai menarik perhatian publik sebagai kampung kreatif berbasis pemberdayaan warga.

Transformasi kampung ini digagas oleh Romo Dr. Wilfrid Valiance, seorang sosiolog sekaligus konsultan transformasi sosial. Ia mengembangkan konsep wisata berbasis perubahan sosial melalui pendekatan soft movement yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Sebelumnya, Kampung Riipua dikenal sebagai wilayah yang minim sumber air dan bergantung pada pertanian musiman. Kondisi tersebut membuat banyak warga memilih merantau ke luar daerah seperti Batam hingga Malaysia untuk mencari penghidupan.

Ide Kampung Kreatif mulai diperkenalkan pada tahun 2022 melalui forum musyawarah kampung. Sejak saat itu, warga bersama penggagas mulai menyusun langkah strategis untuk mengubah wajah kampung menjadi lebih produktif dan layak huni.

Romo Wilfrid mengatakan, perubahan ini bertujuan membangun rasa bangga masyarakat terhadap kampung halamannya. Ia ingin warga tidak lagi meninggalkan kampung, melainkan mampu berkembang dan sejahtera di tanah sendiri.

Langkah awal yang dinilai krusial adalah penyediaan jaringan air bersih bagi seluruh warga. Melalui dukungan donatur dan gotong royong masyarakat, kini Kampung Riipua memiliki akses air minum dari sumur bor di Lekebai yang dialirkan melalui pipa sepanjang tiga kilometer.

Warga mengaku sangat terbantu dengan kehadiran fasilitas tersebut. Sebelumnya, setiap keluarga harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan air, namun kini beban itu telah berkurang signifikan.

Seiring terpenuhinya kebutuhan dasar, aktivitas ekonomi warga mulai tumbuh. Salah satu inisiatif yang berkembang adalah Family Garden Agrowisata yang mengelola lahan hortikultura seluas 2.000 meter persegi dengan melibatkan 46 keluarga tani.

Di lahan tersebut, berbagai tanaman seperti cabai, tomat, terung, dan paria dibudidayakan. Selain menjadi sumber penghasilan, lokasi ini juga dibuka sebagai tempat edukasi dan wisata belanja sayur bagi pengunjung.

Pengembangan kawasan wisata ini juga mencakup pembangunan Pelataran Ina Nona Ama Peke. Nama tersebut diambil dari tokoh pasangan suami istri dalam cerita dan lagu rakyat Sikka yang dikenal luas oleh masyarakat setempat.

Pelataran tersebut mulai dibangun pada 10 April 2026 yang ditandai dengan perayaan ekaristi dan peletakan batu pertama oleh Uskup Maumere. Momentum itu juga dirangkaikan dengan pemberkatan jaringan air minum serta Family Garden Agrowisata sebagai simbol kebangkitan Kampung Riipua

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....