Wisata Baru View Selat Molo Jadi Favorit di Labuan Bajo
- 05 Apr 2026 19:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Destinasi wisata baru dengan panorama Selat Molo kini menjadi salah satu spot favorit di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasi ini ramai dikunjungi wisatawan, yang saat ini masih didominasi oleh warga lokal, khususnya kalangan anak muda.
Terletak di kawasan KM 16 Golo Mori sebagai titik awal, pengunjung harus menempuh perjalanan trekking selama kurang lebih 30 menit untuk mencapai titik spot foto terbaik. Meski membutuhkan usaha, pemandangan yang ditawarkan dinilai sepadan, terutama saat matahari terbenam.
Secara geografis, Selat Molo berada di sebelah selatan Labuan Bajo dan memisahkan Pulau Flores sebagai daratan utama dengan Pulau Rinca. Perairan ini kerap disebut sebagai wilayah di belakang Pulau Rinca, yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan karena keberadaan komodo serta pemukiman warga di Desa Pasir Panjang.
Selat ini juga sering dilintasi kapal wisata maupun nelayan yang menuju atau kembali dari Pulau Rinca. Selat Molo dikenal memiliki arus laut yang sangat kencang, menjadikannya kawasan perairan yang unik sekaligus menantang.

Salah satu wisatawan lokal asal Labuan Bajo, Ali Djainudin, mengaku mengetahui lokasi tersebut dari media sosial. Ia tertarik setelah melihat foto dan video yang menampilkan keindahan arus Selat Molo.
“Saya awalnya tahu tempat ini dari media sosial. Lihat foto dan video dengan pemandangan arus Selat Molo ini buat saya tertarik untuk datang ke sini. Dan begitu sampai memang sangat bagus, apalagi saat sunset,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu 5 April 2026.
Namun demikian, ia mengingatkan pengunjung untuk tetap berhati-hati, khususnya saat berada di area spot foto di atas batu karang yang berdekatan dengan pusaran arus laut. “Memang harus sangat hati-hati, terutama di spot foto batu karang karena sangat dekat dengan pusaran arus laut. Tidak ada pembatas, jadi harus waspada agar tidak terpeleset dan jatuh,” katanya.
Untuk masuk ke lokasi ini, pengunjung tidak dikenakan biaya. Meski demikian, wisatawan disarankan untuk membawa bekal makanan dan minuman sendiri, serta mengenakan pakaian yang sesuai. Hal ini karena jalur menuju lokasi melewati hutan yang cukup rapat dengan ranting pohon yang berpotensi mengganggu saat perjalanan.
Selain itu, pengunjung juga diimbau untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan membawa kembali sampah saat meninggalkan lokasi. Keindahan alam yang ditawarkan menjadikan spot ini sebagai alternatif wisata baru yang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung di Labuan Bajo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....