BTNK Kembangkan Siora Versi Website, Siapkan Jalur Khusus Kapal Pesiar
- 02 Apr 2026 15:40 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) terus memperkuat sistem digitalisasi pengelolaan kunjungan wisata melalui pengembangan aplikasi SiOra versi situs web. Inovasi ini difokuskan pada pemisahan jalur pemesanan antara wisatawan reguler dan agen kapal pesiar (cruise) guna meningkatkan efisiensi dan ketertiban pengelolaan kunjungan di kawasan konservasi tersebut.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan distribusi kuota kunjungan lebih tertata, sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara segmen wisatawan yang memiliki karakteristik berbeda.
“Saat ini tim pengembang SiOra sedang dalam proses pembuatan versi website. Nantinya, pemesanan untuk kapal pesiar akan dipisahkan dari kuota umum, sehingga memiliki jalur tersendiri,” ujar Koordinator Urusan Kerjasama Humas dan Pelayanan BTNK, Maria Rosdalima Panggur, Kamis 2 April 2026.
Pengembangan sistem berbasis web ini juga memungkinkan BTNK memantau data kedatangan kapal pesiar secara lebih akurat dan terintegrasi. Berbeda dengan wisatawan reguler yang bersifat dinamis, jadwal kunjungan kapal pesiar untuk tahun 2026 telah terdata sejak awal tahun.
Data tersebut mencakup informasi rinci seperti nama kapal, tanggal kedatangan, hingga lokasi kunjungan di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Hal ini dinilai sangat membantu petugas dalam melakukan pengawasan di lapangan.
“Data untuk tahun 2026 sudah tersedia sejak Januari, mulai dari kapal yang masuk, jadwal kedatangan, hingga titik kunjungannya. Semua sudah tercatat dengan jelas,” ucapnya.
Selain mempermudah proses pemesanan, sistem ini juga dirancang untuk mengakomodasi karakteristik wisatawan kapal pesiar yang umumnya berusia lanjut dan memiliki durasi kunjungan yang singkat. Dengan pemisahan jalur, pengaturan arus wisatawan di titik-titik favorit seperti Loh Liang dan Loh Buaya dapat dilakukan secara lebih optimal untuk mencegah kepadatan.
BTNK juga dapat memproyeksikan jumlah kunjungan sepanjang tahun, termasuk memperhitungkan kapasitas kapal pesiar yang datang pada hari tertentu.
“Dengan data yang sudah tersedia sepanjang tahun, kami bisa memprediksi jumlah kunjungan harian. Jika diperlukan, penyesuaian kuota di aplikasi Siora juga bisa dilakukan,” tambah narasumber.
Pengembangan Siora versi website ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang ditargetkan mencapai 400 ribu orang pada 2026 dengan upaya pelestarian ekosistem di kawasan Taman Nasional Komodo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....