Festival Bale Nagi Flores Timur Jadi Ajang Kolaborasi Membangun Daerah

  • 14 Apr 2023 12:16 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende : Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Flores Timur(Flotim), Nusa Tenggara Timur(NTT) menjadikan Festival Bale Nagi di Larantuka sebagai momen untuk membangun daerah menjadi lebih baik.

Festival Bale Nagi merupakan salah satu acara kepariwisataan di NTT yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2023. Lewat tema yang diusung Kita Lamaholot, Engko Lamaholot, Torang Hatu Lamaholot, Pemerintah daerah Flores Timur mengajak masyarakat khususnya anak daerah di luar Flores Timur untuk menguatkan dan memikirkan cara untuk membangun Flores Timur menjadi lebih baik.

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan Festival Bale Nagi tak terpisahkan daengan ritus Semana Santa dimana Bale Nagi atau pulang kampong merupakan langkah bijak dalam melestarikan adat istiadat dan berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan berkontribusi dalam memajukan ekonomi masyarakat.

“Bali Nagi (pulang Kampung) meripakan langkah yang tepat dalam menjaga kelestarian adat istiadat dan menambah lama tinggal peziarah. Saya berharap evnt ini dapat berjalan lancar serta berkontribusi dalam memajukan ekonomi nasional demi terbukanya peluang usaha dan lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” jelas Menparekraf Sandiaga.

Sementara Koordinator acara Festival bale Nagi Silvester Hurint di sela-sela acara pameran UMKM kepada RRI mengatakan momentum Festival bale nagi ini menjadi kesempatan pemerintah bersama semua pihak untuk sama-sama berkolaborasi membangun daerah Flores Timur yang berdampak pada pertumbuhan transfer pengetahuan, skil, pengalaman dan pertumbuhan ekonomi di Flores Timur.

“ Momentum Festival Bale Nagi ini jadi kesempatan bersama, gotong royong, pemerintah, masyarakat, penyelenggara, komunitas kreatif, komunitas orang muda, seni budaya dan semua pihak untuk berkolaborasi membangun daerah menjadi lebih baik,”ujar Silvester.

Festival Bale Nagi 2023 berlangsung di Taman Kota Felix Fernandez selama lima hari, 11-15 April 2023. Dalam pelaksanaannya, festival ini memiliki sub tema setiap harinya, yakni Sejarah Nagi pada hari pertama, Nagi Sebagai Rumah Bersama di hari kedua, Regenerasi Budaya Lamaholot untuk Kaum Muda di hari ketiga, Warna-warni Florata di hari keempat, dan Musik Kreatif di hari terakhir.

Pantauan RRI pada hari kedua warga masyarakt ramai mengunjungistand-stand
pameran produk UMKM dimana ada sekitar 67 pegiat ekonomi kreatif yang berasal dari Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai Barat, Lembata, dan Kota Kupang.Selain memamerkan produk tenunan local NTT, anyaman, kuliner, ada juga komunitas pemuda kreatif dengan produknya mulai dari kopi, pecinta alam, pelestari budaya serta hiburan live music.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....