Demi Keselamatan, Pelaku Wisata Sepakat Pelayaran Labuan Bajo Ditutup
- 20 Jan 2026 20:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Pelaku pariwisata di Labuan Bajo sepakat memperpanjang penutupan sementara aktivitas pelayaran wisata menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih terjadi. Kesepakatan itu diambil dalam koordinasi antara asosiasi pariwisata dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.
Koordinasi tersebut melibatkan Asosiasi Kapal Wisata, Asosiasi Speedboat, ASITA, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Forum Komunikasi Kapal (FOKAL), Aseet, Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri), serta Dive Operators Collaboration Komodo (DOCK).
Dalam pertemuan itu, pelaku wisata sempat mengusulkan pembukaan jalur alternatif agar aktivitas pariwisata tetap berjalan. Namun, setelah mempertimbangkan perkembangan cuaca, seluruh pihak sepakat menutup sementara pelayaran wisata demi menjamin keselamatan.
Ketua Asosiasi Kapal Wisata Manggarai Barat, Ahyar Abadi, menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh pelaku wisata mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan KSOP.
“Keselamatan kru kapal dan wisatawan harus diutamakan. Kami mengimbau agar tidak memaksakan pelayaran dalam kondisi cuaca yang berisiko,” ujar Ahyar kepada RRI, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menambahkan, para pemangku kepentingan pariwisata di Labuan Bajo diharapkan terus berkoordinasi untuk mencari solusi agar sektor pariwisata tetap kondusif meski aktivitas pelayaran dibatasi sementara.
Sementara itu, KSOP Labuan Bajo menegaskan penutupan perairan pelayaran wisata dilakukan dengan tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi seluruh kapal wisata, termasuk speedboat. Kebijakan tersebut berlaku mulai 20 hingga 27 Januari 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....