Cuaca Buruk, Disparbud Manggarai Dukung Penutupan Wisata Wae Rebo
- 16 Jan 2026 22:02 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai memberikan dukungan penuh terhadap keputusan pengelola Desa Wisata Wae Rebo untuk menutup sementara akses kunjungan wisata.
Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah preventif yang tepat guna menjamin keselamatan wisatawan, menyusul cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang, serta meningkatnya risiko tanah longsor di jalur trekking menuju desa adat Wae Rebo.
Imbauan penundaan kunjungan ini sebelumnya telah disampaikan oleh Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo melalui akun Instagram resmi Desa Wae Rebo Flores, Nusa Tenggara Timur. Pengumuman yang dirilis pada Kamis, 16 Januari 2026, menegaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi dan badai angin kencang membuat jalur pendakian menuju Wae Rebo berada dalam kondisi tidak aman dan rawan bencana longsor. "Lembaga Pelestari Budaya Waerebo Menginformasikan Kepada Seluruh Wisatawan yang hendak Berkunjung ke Desa Wisata Waerebo, Untuk Menunda Perjalanannya dulu ke Waerebo, Karena cuaca ekstrem (HUJAN LEBAT) dan Badai Angin Kencang serta Jalur Tracking atau Pendakian ke Desa Wisata Waerebo yang Cukup Rawan akan Bencana Tanah Longsor," tulis pengelola Desa Wisata Wae Rebo melalui akun Instagram resminya.
Menanggapi keputusan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloysius Jebarut, menegaskan bahwa keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata. Menurutnya, keputusan menutup sementara akses wisata Wae Rebo diambil setelah mempertimbangkan kondisi riil di lapangan yang dinilai berisiko bagi aktivitas perjalanan wisata. "Kami dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai juga mendukung sikap yang diambil oleh Pokdarwis Wae Rebo untuk tutup sementara destinasi wisata tersebut. Kita lebih mengutamakan keselamatan para wisatawan yang berkunjung," ujarnya saat dihubungi RRI, Jumat malam, 16 Januari 2026.
Ia menjelaskan, hasil koordinasi dengan pengurus Pokdarwis Wae Rebo menunjukkan bahwa kondisi lapangan masih terdampak hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang, yang mengakibatkan pohon tumbang serta longsor di sejumlah titik jalur menuju Wae Rebo. Saat ini, pengelola destinasi setempat masih melakukan penanganan dan pembenahan pada area terdampak tersebut.
Kadis Aloysius juga mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata di wilayah Manggarai agar mengambil langkah serupa dengan melakukan penutupan sementara apabila kondisi cuaca dinilai berisiko. "Kami juga menghimbau kepada para pengelola destinasi wisata di kabupaten Manggarai untuk lakukan hal yang sama," katanya.
Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi risiko di kawasan wisata serta meningkatkan kesadaran pengelola dan wisatawan terhadap aspek keselamatan, sehingga aktivitas pariwisata dapat kembali dibuka secara aman setelah kondisi cuaca membaik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....