BTNK Dorong Penguatan SDM Pariwisata Lewat Sekretariat Bersama
- 13 Des 2025 16:07 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) pelaku pariwisata sebagai kunci utama mewujudkan pariwisata Labuan Bajo yang profesional, aman, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya dalam peresmian Sekretariat Bersama pelaku pariwisata di Manggarai Barat.
Hendrikus menyampaikan, pariwisata merupakan penggerak utama perekonomian daerah, sehingga kualitas SDM menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlanjutan destinasi. Menurutnya, pengelolaan pariwisata tidak hanya berbicara soal jumlah kunjungan, tetapi juga kompetensi pelaku wisata dalam memberikan layanan yang sesuai standar.
“Komitmen kami adalah membangun sumber daya manusia pelaku pariwisata sesuai standar SKKNI, sehingga menjadi tenaga terampil yang mampu memberikan pengalaman wisata yang berkesan dan berkelanjutan,” kata Hendrikus kepada media, usai peresmian Gedung Sekretariat Bersama Asosiasi Pariwisata Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (13/12/2025).
Ia menjelaskan, kehadiran SETBAR menjadi wadah strategis untuk konsolidasi dan pembinaan SDM dari 15 asosiasi pariwisata yang ada di Manggarai Barat. Dari hasil estimasi awal, sekitar 10 ribu pelaku pariwisata tergabung dalam asosiasi tersebut dan akan dikonsolidasikan dalam satu basis data terpadu.
Menurut Hendrikus, basis data yang valid sangat penting agar pembinaan SDM dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Dengan data yang jelas, pemerintah dan asosiasi dapat menyusun program pelatihan, sertifikasi, serta peningkatan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Selain meningkatkan kualitas layanan, penguatan SDM juga dinilai berpengaruh besar terhadap aspek keselamatan dan keamanan wisata. Selama ini, kata Hendrikus, sejumlah insiden di sektor pariwisata sering terjadi akibat lemahnya standar operasional dan rendahnya profesionalisme pelaku wisata.
“Dengan adanya sekretariat bersama, jalur komunikasi antar asosiasi akan lebih jelas. Ini memudahkan kita menyusun strategi mitigasi risiko dan memastikan setiap pelaku wisata memahami tanggung jawabnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hendrikus menegaskan bahwa SDM pariwisata yang profesional juga menjadi garda terdepan dalam mendukung konservasi Taman Nasional Komodo. Pemahaman terhadap prinsip konservasi diharapkan dapat mencegah degradasi kawasan dan menjaga daya tarik utama destinasi.
“Yang kita jual di Labuan Bajo adalah alam yang murni. Jika SDM pelaku wisata memahami konservasi dan carrying capacity, maka pariwisata bisa berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....