Penerapan Kuota Wisatawan TNK, BPOLBF Siapkan Sebaran Destinasi
- 21 Okt 2025 18:06 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menegaskan komitmennya untuk mendorong penerapan kuota kunjungan wisatawan di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) pada tahun depan. Kebijakan tersebut disepakati bersama Balai TNK sebagai upaya menjaga prinsip pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono, mengatakan langkah itu diambil untuk mencegah terulangnya fenomena overtourism seperti yang pernah terjadi di Pulau Padar.
“Memang tahun depan kami sudah sepakat dengan Kepala BTNK untuk menerapkan kuota sesuai dengan prinsip, yaitu pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Kita tahu beberapa kali, salah satunya di Pulau Padar, terjadi overtourism. Sehingga orang tidak nyaman, apalagi alamnya,” kata Marhen kepada RRI, Selasa (21/10/2025).
BACA JUGA: BTNK Siapkan Simulasi Kuota Kunjungan Wisata Komodo
Ia juga mengatakan, strategi pengembangan pariwisata ke depan mencakup dua hal utama. Pertama, penataan sistem perjalanan agar wisatawan tidak tertipu oleh agen perjalanan tidak berizin. Pihaknya telah mengusulkan kepada Balai TNK dan Bupati Manggarai Barat untuk melakukan kurasi terhadap biro perjalanan yang memiliki izin dan kantor resmi di Labuan Bajo.
“Siapa pun yang ingin membawa tamu ke Labuan Bajo tapi tidak bekerja sama dengan travel lokal berizin, tidak akan bisa masuk ke kawasan Taman Nasional. Ini langkah preventif agar wisatawan merasa aman dan tidak tertipu lagi,” ujarnya.
Selain pembenahan tata kelola wisata laut, BPOLBF juga mendorong peningkatan porsi wisata darat dari 20 persen menjadi 25–30 persen. Lima desa wisata percontohan tengah disiapkan di wilayah Manggarai Raya, untuk membuka akses lebih luas bagi wisatawan.
“Tujuannya agar orang tidak hanya ke laut, tapi juga menikmati keindahan dan budaya di daratan Flores,” ungkap Marhen.
Marhen juga menyebutkan sejumlah inisiatif untuk memperkuat daya tarik wisata di daratan, antara lain penyelenggaraan event kesenian setiap Sabtu sore di Natas Parapuan, pengembangan destinasi baru seperti Pantai Pinongko, serta promosi wisata kuliner dan gastronomi khas Manggarai.
“Kuliner di Labuan Bajo ini luar biasa. Kami ingin menjadikannya atraksi wisata edukatif, dari proses memasak sampai menikmati hidangan,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya saat ini tengah menyiapkan pola perjalanan atau travel pattern lintas kabupaten di Pulau Flores. Adapun J alur perjalanan ini mencakup Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Bajawa, hingga Ende dan Larantuka.
“Target jangka pendek sampai Desember sudah mulai tertata. Januari hingga Februari akan kami uji coba, dan April 2026 sudah akan diterapkan penuh. Untuk dataran Flores, target kami dua tahun ke depan sudah final,” ucap Marhen.
BACA JUGA: BTNK Gelar Diskusi Publik Bahas Kuota Wisata Komodo
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....