PHC Bersama BTNK Wujudkan Komitmen Jaga Pulau Padar
- 16 Agt 2025 22:30 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: PT Palma Hijau Cemerlang (PHC) bersama Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), masyarakat kepulauan, TNI-Polri, Forkompinda Manggarai Barat, Lembata Swadaya Masyarakat (LSM), asosiasi, hingga pelaku pariwisata menggelar aksi bersih pantai bertajuk “Beach Clean Up” di Pulau Padar Selatan, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Sabtu (16/8/2025).
Direktur Utama PHC, Dian Sagita, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama menjaga kelestarian kawasan TNK, khususnya dari persoalan sampah kiriman.
“Tujuannya kegiatan ini untuk menunjukkan bahwa meskipun Pulau Padar tidak berpenghuni, sampah tetap menumpuk dalam jumlah besar. Ini tantangan serius yang harus diatasi bersama,” kata Dian.
PHC selama ini juga menjadi mitra resmi BTNK dalam pengamanan kawasan, baik melalui patroli darat maupun laut. Menurut Dian, kehadiran tim PHC membuat frekuensi patroli meningkat signifikan. Patroli darat kini bisa dilakukan 1–2 kali per minggu, sementara patroli laut mencapai empat kali dalam sepekan.
Selain patroli, PHC juga menjalankan program identifikasi flora dan fauna, monitoring populasi komodo, serta aksi pembersihan sampah. Sejak berdiri sekitar 10 bulan lalu, tim ini telah mengumpulkan sekitar 4 ton sampah yang sementara ditampung di Pulau Padar Utara untuk kemudian dipilah dan diolah bersama pihak pengelola sampah di Labuan Bajo.
“Pulau Padar tidak berpenghuni, jadi jelas sebagian besar sampah datang terbawa arus laut. Sampah-sampah itu tidak membawa identitas asalnya, sehingga sulit dilacak. Karena itu perlu penelitian lebih lanjut terkait pola musim dan arah angin,” ujarnya.
PHC mencatat pada aksi sebelumnya di April 2025, sebanyak 179 karung sampah berhasil dikumpulkan. Namun hanya dalam empat bulan, tumpukan sampah kembali menumpuk di lokasi yang sama.
Sementara itu, Kepala Balai TNK, Hendrikus Rani Siga, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan kali ini.
“Isu sampah merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditangani sendiri. Kami sangat bersyukur semua pihak, termasuk media, turut terlibat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan hanya bisa diselesaikan dengan aksi kolektif,” ungkap Hendrikus.
Menurut Hendrikus, di lokasi-lokasi yang dekat dengan resor atau pos penjagaan, kebersihan relatif lebih terjaga. Namun di titik-titik yang jauh dari pengawasan, tumpukan sampah lebih sulit dikendalikan. Karena itu, kolaborasi lintas pihak dianggap penting untuk memastikan kebersihan dan kelestarian kawasan.
Baik PHC maupun BTNK berharap kegiatan ini dapat menggugah kesadaran lebih banyak pihak, mengingat Pulau Padar adalah salah satu ikon pariwisata dunia. Kebersihan kawasan akan berdampak langsung pada citra Indonesia di mata wisatawan internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....