SIORA Didorong Dalam FGD Penguatan Regulasi Pariwisata

  • 06 Agt 2025 16:26 WIB
  •  Ende

KBRN, Manggarai Barat: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Forum Group Discussion (FGD) guna memperkuat regulasi dan tata kelola kunjungan wisatawan di Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo. Kegiatan tersebut berlangsung di Kawasan Puncak Waringin, Selasa (5/8/2025).

FGD ini menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan, aman, dan terpercaya, sekaligus merespons berbagai persoalan yang kerap muncul dalam sektor pariwisata daerah.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam sambutannya menyoroti maraknya kasus penipuan terhadap wisatawan oleh agen perjalanan fiktif. Ia menilai hal ini dapat mencoreng citra Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan nasional.

“Beberapa tahun terakhir, kita beberapa kali menghadapi kasus penipuan oleh travel agent fiktif. Ini menyebabkan kerugian material yang besar, dan yang lebih parah, kita tidak tahu siapa mereka dan di mana kantornya,” kata Bupati dalam keterangnya, Rabu (6/8/2025).

Sebagai solusi, Bupati mendorong integrasi layanan wisata ke dalam “SiOra” aplikasi digital sistem informasi dan reservasi yang dikembangkan oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk pembelian tiket masuk kawasan TN Komodo, tetapi juga direncanakan untuk mencakup destinasi wisata di luar kawasan taman nasional.

“Kami ingin semua layanan pariwisata, termasuk di luar TNK, masuk dalam sistem ini. Selain menyederhanakan layanan, hal ini juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan,” ucapnya.

Bupati juga berkomitmen menerbitkan Peraturan Bupati untuk mewajibkan seluruh agen perjalanan yang beroperasi di wilayah Manggarai Barat, agar terverifikasi secara resmi oleh pemerintah daerah.

“Dengan verifikasi, kita bisa tahu siapa yang bertanggung jawab kalau terjadi hal-hal di lapangan. Ini soal kepercayaan dan kontrol layanan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga menyatakan bahwa SIORA akan menjadi satu-satunya aplikasi resmi yang digunakan untuk masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo.

“Kalau ada agen yang tidak resmi atau melakukan pelanggaran, cukup kita blokir. Mereka otomatis tidak bisa lagi mengakses kawasan TNK,” ujarnya.

SIORA juga dilengkapi fitur seperti informasi destinasi, navigasi zonasi, layanan perizinan, pembayaran non-tunai, hingga sistem monitoring real-time. BTNK menyatakan siap mendukung integrasi layanan wisata di luar kawasan TNK sesuai arahan Pemda Mabar.

Di harapkan berharap, melalui forum ini dapat terbangun sistem pariwisata yang terintegrasi, aman, dan berdaya saing tinggi untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia yang ramah dan terpercaya bagi wisatawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....