Pemkab Ngada Siap Gelar Festival Wolobobo 2025
- 02 Agt 2025 12:41 WIB
- Ende
KBRN, Ngada: Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pariwisata resmi menggelar rapat koordinasi persiapan Festival Wolobobo 2025, bertempat di ruang rapat Dinas Pariwisata pada Jumat (1/8). Rapat dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Ngada, Johanes Watu Ngebu, selaku penanggung jawab kegiatan.
Festival tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 9 Agustus 2025, dengan pusat kegiatan di Art Center Bajawa dan beberapa titik penting lainnya. Dalam arahannya, Johanes menegaskan bahwa Festival Wolobobo bukan sekadar agenda hiburan rutin, melainkan sebuah momentum strategis untuk membangun pariwisata berbasis budaya.
“Festival ini harus menjadi ruang kebersamaan yang menyatukan elemen-elemen masyarakat. Partisipasi menyeluruh adalah kunci,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjadikan festival ini sebagai sarana memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong ekonomi kreatif lokal.
Festival Wolobobo 2025 akan dibuka secara resmi pada 7 Agustus di Art Center Bajawa, ditandai dengan karnaval budaya dan peresmian Art Center sebagai pusat kegiatan seni-budaya di Ngada. Di lokasi yang sama juga akan digelar pameran produk tenun, kerajinan kreatif, serta kuliner UMKM dari pelaku usaha lokal dan luar daerah, yang akan berlangsung selama tiga hari festival.
Agenda hari kedua pada 8 Agustus akan diisi dengan launching Desa Wogo sebagai Desa Edu-Ekowisata, trekking menuju Kampus Bambu, kunjungan ke Pasar Napu Bheto, serta talk show interaktif bersama tokoh-tokoh budaya dan pegiat pariwisata. Festival akan ditutup secara meriah pada 9 Agustus dengan seremoni penutupan di Art Center Bajawa.
Rapat koordinasi juga menyoroti kesiapan teknis dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari penataan acara, kurasi penampilan, hingga pelibatan aktif pelaku seni, UMKM, dan komunitas budaya. Pemkab Ngada menegaskan bahwa Festival Wolobobo bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat sebagai ruang merayakan kekayaan budaya dan potensi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....