Menhut Tekankan Pentingnya Ekowisata di TN Komodo
- 08 Jul 2025 21:12 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi super prioritas yang kian ramai di kunjungi karena keindahan wisata bahari, dan adanya hewan purbakala Komodo yang juga menjadi ikon menarik di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Tentu ini menjadi perhatian khusus pemerintah agar konservasi dan pariwisata bisa berjalan bersamaan.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni dalam kunjungan ke Labuan Bajo pada (7/7/2025) mengatakan, antara konservasi dan pariwisata di Labuan Bajo ini harus menjadi perhatian. Mengingat pariwisata Labuan Bajo bersifat masif atau Ekowisata.
“Perlu di pertimbangkan secara serius adalah ini bukan mass tourism, bukan seperti Bali tapi ini adalah eco tourism atau turisme yang berbasis konservasi. ini sangat bergantung sejauh mana kita bisa juga mengendalikan, mengontrol jumlah orang yang masuk ke kawasan,” kata Menteru Raja Antoni.
Lebih lanjut ia menyampaikan, salah satu yang saat ini sedang menjadi atensi pihaknya terkait penerapan jumlah kuota bagi para pengunjung di kawasan TNK. Menurutnya, sebagai kawasan konservasi tentu ini menjadi hal penting, agar dapat menjamin keberlangsungan masa depan kawasan ini.
“Tadi saya juga sudah bicara dengan Bupati penerapan kuota tepat itu harus kita lakukan tapi saya sedang pertimbangkan dengan Kepala Balai berapa daya tampung dan daya dukungnya secara objektif,” ucapnya.
Dia menegaskan, bahwa kebijakan terkait ini nantinya tentu akan melalui riset dan analisa. Kebijakan ini bukan berarti menghalangi orang untuk melihat Komodo, tapi justru untuk melindungi Komodo dan habitatnya agar sinkron pulandengan interaksi manusia.
“Semua orang itu mempunyai hak untuk mengunjungi salah satu keajaiban dunia ini, dan ini adalah berkah dari Tuhan. Tapi kita akan atur berapa orang yang memang boleh setiap hari mengunjungi TNK berdasarkan riset, kajian yang itu ada analisa tentang daya tampung dan daya dukung,” jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....