BTNK dan PT PHC Bersinergi Pulihkan Ekosistem Pulau Padar
- 30 Okt 2024 12:50 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) bersama PT Palma Hijau Cemerlang (PHC), anak perusahaan dari Artha Graha Peduli, mengadakan acara ramah tamah di Kantor SPTN Wilayah III Pulau Padar (Resor Padar Utara). Kegiatan yang dilaksanakan, Selasa, (29/10/2024) ini bertujuan untuk mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan setempat mendukung konservasi di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).
Acara ini juga menandai kelanjutan perjanjian kerja sama antara BTNK dan PT PHC, dengan tujuan memperkuat fungsi konservasi TNK di Pulau Padar dan sekitarnya. Perjanjian kerja sama ini mencakup area seluas 5.815,3 hektare dengan tujuan memperkuat kelembagaan TNK, pengamanan kawasan, pemberdayaan masyarakat, pengawetan flora dan fauna, pemulihan ekosistem, serta pengembangan wisata alam.
Pendiri Artha Graha Peduli, Tomy Winata, menyampaikan komitmennya terhadap pemulihan habitat baik di darat maupun laut. Pihaknya akan meningkatkan populasi rusa hingga mencapai 1.000 ekor dan menjaga kelestarian ekosistem laut, termasuk terumbu karang, demi kelangsungan hidup berbagai satwa, termasuk komodo di Pulau Padar yang saat ini berjumlah sekitar 34 ekor.
“Kami akan fokus pada perbaikan habitat, termasuk meningkatkan jumlah pohon sesuai aturan TNK untuk menekan suhu di Pulau Padar. Kami harap, dalam beberapa tahun mendatang, populasi komodo bisa mencapai 70 ekor,” ungkap Tomy Winata.
Lebih lanjut, Tomy juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya di tiga desa sekitar kawasan TNK, yakni Desa Komodo, Pasir Panjang, dan Papagarang. Meski desa-desa ini berada di luar wilayah kerja PHC, dukungan dan kolaborasi dengan kepala desa tetap diharapkan.
Di sisi lain, Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana yang dimiliki TNK. “Kami berharap perjanjian kerja sama ini dapat mengefektifkan pengelolaan TNK dengan adanya dukungan anggaran, keamanan kawasan, dan personel dari pihak mitra,” ujar Hendrikus.
PT PHC juga berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan program konservasi ini. Rencananya, tidak lebih dari 100 tenaga kerja akan direkrut dari masyarakat lokal untuk mendukung upaya konservasi, tidak hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai penjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kerja sama ini, diharapkan konservasi dan wisata alam di TNK, khususnya di Pulau Padar, dapat berkembang lebih baik, memberi manfaat bagi lingkungan, serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....