BP3MI NTT Dorong Migrasi Aman Pekerja 2026
- 23 Jan 2026 10:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong penempatan pekerja migran yang aman, legal, dan berdaya saing pada tahun 2026. Langkah ini dinilai strategis untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT.
Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, kepada RRI, Jumat 23 Januari 2026 mengatakan sepanjang 2025 terdapat 4.321 pekerja migran asal NTT yang ditempatkan secara nasional, dengan mayoritas masih bekerja di sektor domestik. Kondisi tersebut mendorong BP3MI mengarahkan peningkatan penempatan ke sektor formal yang menawarkan perlindungan dan pendapatan lebih baik.
Menurut Suratmi, fokus utama 2026 adalah peningkatan kapasitas calon pekerja migran melalui program SMK Go Global, pelatihan vokasi, dan penguatan kompetensi bahasa serta keahlian. Strategi ini sejalan dengan kebutuhan pasar kerja global yang lebih menekankan kompetensi dibandingkan ijazah.
BP3MI NTT juga memperkuat perlindungan dari hulu melalui pengembangan desa migran emas dan literasi migrasi aman berbasis desa. Upaya ini dilakukan untuk menekan praktik keberangkatan nonprosedural yang masih menjadi tantangan besar di NTT.
Dari sisi tujuan penempatan, Malaysia masih menjadi negara favorit pekerja migran asal NTT, disusul Singapura, Hongkong, dan Taiwan. Namun, BP3MI mulai membuka peluang penempatan sektor formal ke Jepang, Jerman, Belanda, dan negara lainnya dengan penghasilan yang lebih tinggi.
Suratmi mengimbau masyarakat NTT yang berminat bekerja ke luar negeri agar selalu mengecek informasi melalui jalur resmi. Ia menegaskan migrasi yang aman dan legal menjadi kunci agar pekerja terlindungi sebelum berangkat, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....