Polemik Video Viral Camat Lambaleda Utara dan Petugas BNPB Pusat

  • 23 Agt 2026 16:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur- Persoalan antara Camat Lamba Leda Utara dan petugas BNPB pusat di Dampek, menurut hemat saya, sudah sepatutnya segera diletakkan pada tempat yang semestinya. Bukan untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Bukan pula untuk menentukan siapa yang paling benar di antara dua pihak yang sama-sama sedang berada dalam situasi sulit.

Video yang beredar dan kemudian menjadi viral memang mudah mengundang penilaian. Potongan-potongan peristiwa sering kali bekerja lebih cepat daripada akal sehat. Publik dapat dengan mudah digiring untuk memilih pihak, sebelum mengetahui seluruh rangkaian persoalan yang sesungguhnya. Tetapi kebenaran tidak selalu tinggal di dalam sebuah video berdurasi beberapa menit.

Kebenaran sering kali berada di ruang yang lebih panjang: pada konteks, pada keadaan di lapangan, pada percakapan yang mendahului sebuah peristiwa, pada tekanan yang dirasakan masing-masing pihak, dan terutama pada kenyataan yang dialami warga yang menjadi tujuan dari seluruh kerja pemerintahan. Karena itu, barangkali sudah waktunya kita berhenti menjadikan video tersebut sebagai pusat perhatian.

Ada persoalan yang jauh lebih penting untuk kita bicarakan.

Bagaimana bantuan sampai kepada warga terdampak secara adil?

Bagaimana memastikan tidak ada warga yang tertinggal karena jarak, keterbatasan akses, atau persoalan koordinasi?

Bagaimana memastikan bantuan yang tersedia benar-benar tiba di posko-posko yang membutuhkan?

Dan bagaimana seluruh unsur pemerintahan dapat bekerja dalam satu irama ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang semestinya menjadi pusat perhatian kita.

Tidak ada satu pun manusia yang sempurna ketika bekerja di tengah keadaan darurat. Dalam situasi krisis, keputusan harus sering dibuat dalam keterbatasan waktu, informasi, tenaga, sarana, dan kondisi psikologis yang tidak selalu ideal. Karena itu, sangat mungkin terjadi kekeliruan, salah komunikasi, perbedaan persepsi, bahkan gesekan antar pihak. Tetapi kesalahan dalam situasi sulit tidak harus melahirkan permusuhan yang panjang.

Pemerintahan bukanlah panggung untuk membuktikan siapa yang paling berkuasa. Pemerintahan adalah rumah besar tempat berbagai kewenangan bertemu untuk satu tujuan: melindungi dan melayani rakyat.

Camat memiliki tanggung jawabnya. BNPB memiliki tugas dan kewenangannya. Pemerintah daerah memiliki perannya. Pemerintah pusat mempunyai tanggung jawabnya sendiri. Aparat di lapangan memiliki keterbatasan dan tantangannya masing-masing. Namun seluruh perbedaan itu seharusnya berhenti pada satu titik temu yakni kepentingan warga. Kita boleh berbeda dalam membaca sebuah kejadian. Tetapi kita tidak boleh berbeda dalam tujuan.

Tujuan kita sama yaitu warga harus terlayani. Saya telah berusaha merangkum informasi dari kedua pihak secara utuh, dengan kesadaran bahwa setiap informasi tetap perlu diuji dengan kenyataan di lapangan. Sebab tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai vonis. Ia bukan palu hakim.

Tulisan ini hanyalah ajakan untuk menurunkan suhu. Ajakan agar semua pihak kembali duduk bersama. Ajakan agar komunikasi lintas sektor dan lintas instansi yang sempat terganggu dapat dirajut kembali.

Jika ada yang keliru, perbaiki. Jika ada yang kurang, lengkapi. Jika ada yang miskomunikasi, luruskan. Dan jika ada ego yang terlanjur meninggi, turunkan.

Oleh : Plasidus Asis Deornay,

Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Hukum, UNAS JAKARTA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....