Bupati Andreas Apresiasi Peran Gereja dalam Penanganan Stunting di Ngada

  • 15 Sep 2024 22:50 WIB
  •  Ende

KBRN, Ngada: Bupati Ngada, Andreas Paru, memberikan apresiasi kepada Gereja atas kontribusinya dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Ngada. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai oleh RRI Ende, di sela-sela kunjungan Apostolik pertama Mgr. Paulus Budi Kleden SVD di Kevikepan Bajawa, pada Minggu (15/9/2024).

Bupati Andreas menjelaskan bahwa Gereja telah berperan aktif melalui pendekatan pembinaan kepada pasangan yang akan menikah, dengan menanamkan hal-hal fundamental terkait kehidupan berkeluarga. Selain itu, Gereja juga turut serta dalam program kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada melalui KUB Peduli Ibu Hamil, yang bertujuan mendukung kesehatan ibu hamil sebagai bagian dari pencegahan stunting.

“Keberhasilan Pemkab Ngada menurunkan angka stunting hingga 8,3 persen tak lepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk Gereja. Melalui kegiatan seperti kursus perkawinan, Gereja turut membantu mempersiapkan pasangan muda untuk membangun rumah tangga yang sehat dan sejahtera,” ungkap Bupati Andreas.

Kolaborasi ini hingga mampu menekan angka stunting, lanjutnya, juga mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2024 senilai Rp. 5,7 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung program-program penanganan stunting di Kabupaten Ngada.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat atas perhatian dan apresiasi yang diberikan. Ini menunjukkan keseriusan dalam menangani masalah stunting yang berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Pemkab Ngada juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk penanganan yang efektif,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Ngada, Ferdin Suri, menyatakan bahwa DID tersebut akan dialokasikan untuk mendukung sejumlah program lintas sektor. Beberapa di antaranya mencakup perbaikan akses air bersih, penyediaan pangan sehat, hingga pembangunan perumahan layak huni.

“Dana ini akan digunakan untuk mempercepat penurunan angka stunting, dengan melibatkan beberapa dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial,” jelas Ferdin kepada RRI Ende.

Penanganan stunting di Kabupaten Ngada menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah, dengan harapan terciptanya generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....