Nangaroro Trofeo, Ajang Jaring Talenta Muda Sepak Bola

  • 05 Okt 2026 13:23 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo: Nangaroro Trofeo menggelar kompetisi sepak bola liga lokal yang diikuti delapan tim dari Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, dari 25 September 2026 - 25 Oktober 2026. Selain menjadi ajang kompetisi antarklub lokal, turnamen perdana yang dilaksanakan di Lapangan Kepa Biu ini diarahkan sebagai ruang untuk menjaring anak-anak muda yang memiliki kemampuan dan potensi di bidang sepak bola.

Chairman of Nangaroro Trofeo Ariyanto Husen menjelaskan, istilah trofeo berasal dari bahasa Italia yang merujuk pada kompetisi atau turnamen kecil. Konsep tersebut sengaja dipilih untuk membangun pandangan bahwa sepak bola tidak harus menjadi olahraga mahal dengan biaya pendaftaran, karcis, maupun kebutuhan mendatangkan pemain mahal. “Kami ingin membangun image bahwa olahraga sepak bola itu bukan olahraga yang mahal. Sepak bola itu mudah dan bisa dimainkan oleh siapa saja,” ujarnya.

Kompetisi tahun 2026 menggunakan sistem liga dengan seluruh tim saling bertemu untuk memperebutkan satu trofi. Delapan tim yang berpartisipasi berasal dari Nata Ute, Bidoa, Woedoa, Utetoto dan Nangaroro, yang mencakup empat desa dan satu kelurahan. Trofi yang diperebutkan pada turnamen perdana ini direncanakan kembali diperebutkan dalam penyelenggaraan berikutnya.

Menurut Ariyanto, Nangaroro Trofeo tidak semata-mata mengejar persaingan untuk menjadi juara, tetapi juga menjadi wadah pencarian bibit-bibit muda berbakat. Kompetisi yang rutin di tingkat lokal diharapkan memberi kesempatan kepada pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka sehingga dapat dilirik pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan industri sepak bola.

Ia berharap penyelenggaraan Nangaroro Trofeo dapat berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak tim dari berbagai wilayah. Dengan konsep kompetisi yang sederhana dan terbuka, Nangaroro Trofeo diharapkan mampu membangun budaya sepak bola dari tingkat desa sekaligus membuka jalan bagi pemain lokal untuk berkembang menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan. Salah seorang warga Silvester Jogo yang menyaksikan laga mengatakan, kegiatan tersebut memberikan hiburan sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat melihat langsung potensi pesepak bola muda di Nangaroro. “Kami senang melihat anak-anak muda bermain dan menunjukkan kemampuan mereka. Mudah-mudahan ada pemain yang bisa berkembang dan membawa nama Nangaroro lebih jauh,” katanya.

Chairman of Nangaroro Trofeo Ariyanto Husen kembali menegaskan, keberlanjutan kompetisi menjadi penting untuk membangun ekosistem sepak bola di tingkat lokal. Ia berharap dukungan masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas olahraga terus tumbuh sehingga Nangaroro memiliki wadah pembinaan yang konsisten bagi generasi muda. Dengan kompetisi yang rutin, talenta-talenta lokal diharapkan tidak berhenti pada level pertandingan kampung, tetapi dapat berkembang menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....