UEFA Desak FIFA Perkuat Tata Kelola usai Tarik Proposal Aset

  • 04 Agt 2026 11:00 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • UEFA mendesak FIFA untuk memperkuat tata kelola organisasi setelah pembatalan proposal penjualan aset komersial FIFA Forward Enterprise pada 1 Agustus 2026.
  • UEFA menilai pembatalan proposal saja belum cukup untuk memulihkan kepercayaan para anggota FIFA dan memandang hal tersebut sebagai langkah pertama yang perlu diikuti reformasi lebih komprehensif.
  • UEFA menekankan bahwa sebagai salah satu dari enam konfederasi anggota FIFA, kebijakan strategis harus diputuskan melalui konsultasi yang terbuka dan transparan untuk menjaga legitimasi organisasi.

RRI.CO.ID, Ende - UEFA, konfederasi yang menaungi 55 federasi sepak bola nasional di Eropa, mendesak FIFA memperkuat tata kelola organisasi setelah menarik proposal penjualan sebagian aset komersialnya. Organisasi itu menilai pembatalan proposal belum cukup untuk memulihkan kepercayaan para anggota FIFA.

Sikap tersebut disampaikan UEFA melalui pernyataan resmi sehari setelah FIFA membatalkan proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) pada Sabtu 1 Agustus 2026. Sebagai salah satu dari enam konfederasi anggota FIFA, UEFA menilai kebijakan strategis harus diputuskan melalui konsultasi yang terbuka dan transparan.

Menurut UEFA, polemik tersebut menunjukkan pentingnya tata kelola yang baik dalam organisasi sepak bola dunia. Organisasi itu juga menyebut proses penyusunan proposal sebelumnya tidak melibatkan konsultasi yang memadai dengan para anggota.

UEFA menyatakan pembatalan proposal menjadi langkah awal untuk meredakan polemik yang berkembang. Namun, organisasi itu menilai upaya membangun kembali kepercayaan anggota terhadap FIFA masih harus dilakukan.

"Kepemimpinan FIFA saat ini tidak hanya kehilangan kepercayaan UEFA, tetapi juga banyak anggota lain dalam keluarga besar sepak bola," tulis UEFA dalam pernyataan resminya.

UEFA menyatakan akan bekerja sama dengan konfederasi, federasi nasional, liga, klub, pemain, dan pemangku kepentingan lainnya guna mendorong proses pengambilan keputusan yang lebih terbuka. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola FIFA.

Proposal FIFA Forward Enterprise diperkenalkan pada Selasa 28 Juli 2026 sebelum akhirnya ditarik pada Sabtu 1 Agustus 2026 setelah mendapat penolakan dari berbagai konfederasi dan federasi anggota. Bagi UEFA, polemik tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola organisasi sepak bola dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....