FIFA Batalkan Rencana Penjualan Aset Komersial Piala Dunia usai Dikecam
- 04 Agt 2026 15:05 WIB
- Ende
Poin Utama
- FIFA membatalkan rencana penjualan 20 persen kepemilikan FIFA Forward Enterprise (FFE) pada Sabtu 1 Agustus 2026 setelah menghadapi penolakan dari berbagai konfederasi dan federasi sepak bola dunia.
- Entitas baru FIFA Forward Enterprise dirancang untuk mengelola hak komersial kompetisi FIFA dengan target mengumpulkan dana sekitar US$4,2 miliar untuk pengembangan sepak bola global.
- Proposal penjualan kepemilikan kepada investor swasta diumumkan FIFA pada Selasa 28 Juli 2026 dan dibatalkan hanya beberapa hari kemudian karena adanya resistansi kuat dari berbagai pihak dalam organisasi sepak bola internasional.
RRI.CO.ID, Ende - FIFA membatalkan rencana menjual sebagian kepemilikan entitas baru yang akan mengelola aset komersial Piala Dunia dan turnamen internasional lainnya setelah menuai penolakan dari berbagai konfederasi dan federasi sepak bola dunia. Keputusan tersebut diambil pada Sabtu 1 Agustus 2026, hanya beberapa hari setelah proposal itu diperkenalkan kepada publik.
Proposal tersebut pertama kali diumumkan FIFA pada Selasa 28 Juli 2026 melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Entitas baru itu dirancang untuk mengelola hak komersial berbagai kompetisi FIFA dengan opsi melepas hingga 20 persen kepemilikan kepada investor swasta guna menghimpun dana sekitar US$4,2 miliar bagi pengembangan sepak bola global.
Rencana itu langsung memicu penolakan dari UEFA, sejumlah konfederasi, dan federasi anggota FIFA. Mereka menilai proses penyusunan proposal kurang transparan serta mengkhawatirkan keterlibatan investor swasta dapat memengaruhi tata kelola aset komersial kompetisi yang selama ini dikelola FIFA.
Di tengah gelombang penolakan tersebut, FIFA menegaskan pembentukan FIFA Forward Enterprise bertujuan memperkuat pendanaan bagi pengembangan sepak bola di seluruh dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino kemudian menjelaskan alasan organisasi itu mengajukan proposal tersebut.
"Setiap asosiasi anggota FIFA harus memiliki kesempatan memperoleh bagian pendanaan yang adil untuk membangun masa depannya sendiri," kata Presiden FIFA Gianni Infantino saat mengumumkan proposal FIFA Forward Enterprise pada Selasa 28 Juli 2026.
Melalui proposal tersebut, FIFA menyatakan tambahan pendanaan akan dialokasikan untuk memperluas investasi pengembangan sepak bola di 211 asosiasi anggotanya melalui program FIFA Forward. Namun, penolakan dari berbagai konfederasi dan federasi terus menguat sehingga proses konsultasi yang masih berlangsung hingga Jumat 31 Juli 2026 tidak menghasilkan dukungan yang dibutuhkan.
FIFA akhirnya membatalkan proposal FIFA Forward Enterprise pada Sabtu 1 Agustus 2026. Keputusan itu memastikan pengelolaan aset komersial Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya tetap berada di bawah struktur organisasi yang berlaku tanpa melibatkan investor swasta melalui skema yang diusulkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....