Piala Dunia 2026 Tinggalkan Warisan Baru lewat Power Rankings

  • 04 Agt 2026 15:07 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Piala Dunia 2026 menjadi turnamen pertama yang dihadiri 48 negara dengan penerapan sistem Power Rankings berbasis data objektif untuk menilai performa pemain.
  • FIFA memperkenalkan Power Rankings pada 4 Juni 2026 menjelang dimulainya Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko melalui teknologi Enhanced Football Intelligence.
  • Sistem Power Rankings dikembangkan oleh Divisi High Performance FIFA di bawah arahan Arsène Wenger, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, melengkapi analisis statistik pertandingan konvensional.

RRI.CO.ID, Ende - Piala Dunia 2026 tidak hanya dikenang sebagai turnamen pertama yang diikuti 48 negara, tetapi juga meninggalkan warisan baru dalam analisis sepak bola. Sepanjang kompetisi berlangsung, FIFA untuk pertama kalinya menerapkan Power Rankings, sistem penilaian performa pemain berbasis data objektif yang melengkapi statistik pertandingan.

Power Rankings diperkenalkan FIFA pada Kamis 4 Juni 2026 menjelang bergulirnya Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sistem tersebut dikembangkan oleh Divisi High Performance FIFA melalui teknologi Enhanced Football Intelligence (EFI) di bawah arahan Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsène Wenger.

Berbeda dengan penghargaan Bola Emas atau Sepatu Emas, Power Rankings tidak digunakan untuk menentukan pemain terbaik turnamen. FIFA menjelaskan sistem itu mengukur kontribusi pemain pada setiap pertandingan melalui tiga kategori utama, yakni Attacking, Creativity, dan Defending, sementara penjaga gawang dinilai melalui aspek In Possession serta Defending the Goal.

"Performa pemain tidak lagi dinilai hanya berdasarkan opini. Kini kami memiliki alat yang mampu mengukur kontribusi pemain secara objektif melalui data pertandingan," kata Arsène Wenger saat peluncuran FIFA Power Rankings, seperti dikutip dari laman resmi FIFA.

Selama Piala Dunia 2026, FIFA memperbarui Power Rankings setiap kali pertandingan berakhir sehingga perkembangan performa setiap pemain dapat dipantau dari fase grup hingga final. Pendekatan tersebut melengkapi statistik konvensional dengan menghadirkan penilaian yang lebih menyeluruh terhadap kontribusi pemain saat menyerang, membangun permainan, maupun bertahan.

Peringkat akhir yang dirilis FIFA setelah partai final menunjukkan hasil penerapan sistem tersebut sepanjang turnamen. Kylian Mbappe memimpin kategori Attacking, Michael Olise menjadi yang terbaik pada kategori Creativity, sedangkan Rodri menempati posisi teratas kategori Defending berdasarkan pengolahan data resmi setiap pertandingan.

Hingga Piala Dunia 2026 berakhir, FIFA belum mengumumkan apakah Power Rankings akan diterapkan sebagai standar pada seluruh kompetisi internasional berikutnya. Namun, penerapan sistem tersebut dari laga pembuka hingga final menandai langkah baru FIFA dalam memanfaatkan analisis berbasis data untuk melengkapi cara menilai performa pemain di panggung sepak bola dunia

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....