Piala Dunia 2026 Hadirkan Harapan dan Rivalitas Baru

  • 18 Jun 2026 21:31 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • RRI Ende mengangkat tema Piala Dunia 2026 dalam program Variety Show Generasi Bola.
  • Piala Dunia 2026 digelar bersama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
  • Turnamen menggunakan format baru dengan 48 tim peserta.
  • Sherif Montana tetap menjagokan Inggris meski mengakui persaingan semakin ketat.
  • Brasil, Portugal, dan Prancis dinilai memiliki kedalaman skuad yang kuat.
  • Laga Prancis versus Senegal menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan
  • Wonderkid seperti Lamine Yamal dan Arda Güler diprediksi bersinar di turnamen.
  • Teknologi VAR dinilai meningkatkan keadilan dalam pertandingan sepak bola modern.
  • Turnamen U-17 antar-SMA di Ende diharapkan melahirkan regenerasi pemain daerah.

RRI.CO.ID, Ende - Euforia menyambut Piala Dunia 2026 menjadi topik utama dalam program Variety Show Pro Dua RRI Ende, Minggu 7 Juni 2026. Acara bertajuk Generasi Bola menghadirkan pengamat sepak bola Sherif Montana membahas turnamen mendatang.

Piala Dunia 2026 dinilai istimewa karena untuk pertama kalinya digelar bersama oleh tiga negara tuan rumah. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menyambut kehadiran empat puluh delapan tim peserta dari berbagai benua.

Menurut Sherif Montana, format baru tersebut berpotensi menghadirkan lebih banyak kejutan selama kompetisi berlangsung nantinya. “Saya tetap mendukung Inggris seratus persen meskipun persaingan menuju final sangat berat,” ujarnya. Ia menilai Brasil, Portugal, dan Prancis memiliki kedalaman skuad yang cukup kuat untuk menjadi kandidat juara.

Selain persaingan antarnegara besar, perhatian penggemar juga tertuju pada sejumlah laga sarat rivalitas dan sejarah. Pertemuan Prancis melawan Senegal pada fase grup diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan banyak penonton.

Sherif menilai laga tersebut menghidupkan kembali memori persaingan panjang yang pernah terjadi pada turnamen terdahulu. “Prancis melawan Senegal bukan sekadar pertandingan biasa, tetapi sarat cerita dan pembuktian,” katanya. Duel tersebut dipandang memiliki tensi tinggi karena membawa semangat balas dendam sekaligus pembuktian kemampuan masing-masing tim.

Turnamen ini juga diprediksi menjadi panggung besar bagi sejumlah pemain muda berbakat dari berbagai negara dunia. Nama-nama seperti Lamine Yamal, Arda Güler, Michael Olise, Bradley Barcola, Kobbie Mainoo, hingga Adam Wharton mendapat sorotan.

Dalam kesempatan itu, Sherif juga menyoroti pentingnya teknologi VAR yang membantu meningkatkan kualitas pertandingan modern. Ia berharap turnamen U-17 antar-SMA di Kabupaten Ende mampu melahirkan bibit baru untuk memperkuat regenerasi sepak bola daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....