Perse Ende Kunci Kemenangan Tipis atas BMU Alor
- 16 Nov 2025 16:37 WIB
- Ende
KBRN, Ende : Laga lanjutan babak penyisihan Grup A Piala Gubernur Liga IV ETMC 2025 mempertemukan Perse Ende dan BMU Alor Pantar di Stadion Marilonga Ende, Sabtu (15/11/2025), berakhir dengan kemenangan tipis 1–0 untuk tuan rumah. Gol cepat Perse Ende menjadi penentu tiga poin penting bagi skuad Laskar Iya Wau.
Gol semata wayang Perse Ende tercipta pada menit kedelapan melalui sontekan Muharis Irwan (13) yang memanfaatkan umpan hasil tendangan bebas kapten Adi Atep (10). Bola meluncur ke sudut kiri gawang BMU Alor Pantar, membuat ribuan suporter tuan rumah bergemuruh.
Skor 1–0 bertahan hingga babak pertama usai setelah wasit meniup peluit panjang. Pertandingan berlangsung ketat di babak kedua, namun tidak ada tambahan gol dari kedua kesebelasan hingga laga tuntas.
Kemenangan ini menjadi sangat penting bagi Perse Ende setelah sebelumnya takluk dari Citra Bakti Ngada (CBN) di laga pembuka. Tambahan tiga poin menghidupkan kembali peluang mereka untuk lolos ke babak berikutnya.
Manajer Perse Ende, Mikael Badeoda, dalam konferensi pers menyebut laga kedua ini sebagai “pertandingan hidup mati” bagi timnya. Ia memuji semangat kebangkitan anak asuhnya yang tampil luar biasa di hadapan sekitar 8.000 penonton.
Mikael juga menyampaikan terima kasih kepada para pemain, pelatih, dan jajaran manajemen yang menurutnya telah bekerja keras menyiapkan tim agar tampil optimal. Ia menegaskan kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Perse Ende.
Menghadapi pertandingan ketiga melawan Sergio FC, Mikael optimistis timnya kembali meraih hasil positif. Ia menyebut kemenangan atas BMU menjadi hadiah khusus untuk bupati, wakil bupati, dan seluruh masyarakat Kabupaten Ende.
Sementara itu, pelatih BMU Alor Pantar, Sunardiansyah, melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit Apolonarius Rauk Lebao. Ia menilai sejumlah keputusan wasit tidak netral dan merugikan timnya sepanjang pertandingan.
Ia mencontohkan situasi body charge yang dinilai berbeda ketika dilakukan pemain Perse dan BMU. Menurutnya, perlakuan tidak konsisten itu memengaruhi jalannya pertandingan.
Meski kecewa, Sunardiansyah tetap optimistis menghadapi laga ketiga melawan CBN. Ia menyebut persaingan poin yang ketat—rata-rata tiga hingga empat poin—membuat peluang BMU untuk menjadi runner-up atau tiga terbaik masih terbuka lebar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....