Sepak Bola NTT Menuju Arah Industri Olahraga
- 11 Nov 2025 11:00 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Geliat sepak bola di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu indikatornya terlihat pada pelaksanaan Turnamen Piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) ke-34 Tahun 2025 yang digelar di Kabupaten Ende, Minggu (9/11/2025).
Ketua PSSI NTT, Chris Mboeik, dalam sambutannya menyebut sepak bola kini bukan hanya ajang pemersatu masyarakat, tetapi juga potensi ekonomi yang menjanjikan. Menurutnya, antusiasme masyarakat NTT terhadap sepak bola menandakan daerah ini siap menapaki jalur industri olahraga.
“Bicara sepak bola hari ini di NTT, kita sudah siap jadi industri. Lihat saja malam ini, stadion penuh, bahkan tiket berbayar pun tetap diserbu. Ini bukti nyata kecintaan masyarakat pada sepak bola,” ujar Chris Mboeik disambut tepuk tangan penonton.
Chris menilai, perkembangan sepak bola di NTT tidak bisa dilepaskan dari dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. Turnamen ETMC menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang promosi potensi olahraga di berbagai kabupaten.
Namun, di balik euforia tersebut, Chris menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana olahraga di NTT yang masih jauh dari standar nasional. Ia menyebut, hanya Stadion Oepoi di Kupang dan Stadion Marilonga di Ende yang mendekati standar kelayakan nasional.
“Kita masih kekurangan stadion yang benar-benar memenuhi standar nasional. Ini pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” ujarnya tegas.
Chris juga mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTT akan menjadi salah satu tuan rumah cabang sepak bola. Venue untuk sepak bola putra akan berlokasi di wilayah Timor, sementara sepak bola putri di wilayah Flores.
Karena itu, ia mengajak seluruh kepala daerah di NTT untuk mulai berbenah sejak sekarang. Pembangunan stadion berstandar nasional dinilai sangat mendesak agar NTT siap menjadi tuan rumah yang layak dan membanggakan.
“Lapangan kita harus standar, baik untuk putra maupun putri,” katanya. Ia berharap pemerintah kabupaten/kota tak hanya fokus pada penyelenggaraan turnamen, tetapi juga pada pembinaan dan fasilitas yang berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen pemerintah daerah, Chris optimistis NTT bisa menjadi salah satu barometer sepak bola di Indonesia Timur. “Kita punya potensi besar, tinggal bagaimana kita kelola dengan baik agar menjadi industri yang menyejahterakan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....