Yosep Nong Soni Janji Bangkitkan Sepak Bola Sikka

  • 30 Sep 2025 08:31 WIB
  •  Ende

KBRN, Sikka : Setelah resmi dilantik sebagai Ketua PSSI Kabupaten Sikka, pada jumat (26/9/2025), Yosep Nong Soni langsung mengumandangkan tekad besar: menghidupkan kembali sepak bola lokal yang selama ini lesu. Dalam pidato pertamanya, ia menyoroti betapa miskinnya kompetisi di daerah yang kaya talenta seperti Nian Tana Sikka.

Pelantikan ini menandai babak baru dalam kepengurusan PSSI Sikka, yang selama bertahun-tahun dianggap stagnan dalam pembinaan pemain muda. Yosep menilai, regenerasi di tubuh Persami Maumere berjalan lambat bahkan nyaris mandek.

"Kalau pembinaan minim dan kompetisi jarang, lalu apa yang mau kita harapkan?" ujar Nong Soni pada Sabtu (27/9/2025). Ia mengkritisi kebiasaan klub mengandalkan pemain luar dalam ajang El Tari Memorial Cup (ETMC), tanpa memberi ruang bagi potensi lokal.

Menurutnya, strategi instan seperti itu justru mematikan semangat pemain muda Sikka yang selama ini menanti kesempatan tampil. Ia menyebut kondisi saat ini tidak sehat, karena sepak bola daerah tidak dibangun dari akar rumput.

Yosep menegaskan langkah pertamanya sebagai ketua adalah memberdayakan pemain lokal di ETMC 2025 yang akan digelar di Ende. "Anak-anak Sikka harus percaya bahwa mereka punya tempat dan masa depan bersama Persami," ujarnya penuh semangat.

Meski enggan menargetkan juara di ETMC 2025, ia berharap langkah ini menjadi pemantik gairah baru. Ia menyebut ini sebagai "lokomotif awal" untuk membangun kualitas sepak bola Sikka secara bertahap.

Selama lima tahun masa kepemimpinannya, Yosep fokus pada pembinaan usia dini sebagai fondasi utama regenerasi. Ia menargetkan pembinaan berjenjang untuk kelompok umur U-13, U-15, dan U-17.

"Regenerasi butuh proses, dan proses yang baik pasti akan membuahkan hasil," ujarnya optimistis. Ia juga berkomitmen memperluas kompetisi internal melalui liga antar sekolah dan turnamen desa.

Selain itu, PSSI Sikka di bawah kepemimpinannya juga akan mulai mengembangkan sepak bola wanita. Ia menilai potensi ini belum pernah digarap serius, padahal Sikka memiliki banyak pemain putri berbakat.

"Kita tidak bisa terus berharap pada hasil instan, saatnya berpikir jangka panjang," ujar Yosep. Ia berharap masyarakat, sekolah, dan semua pemangku kepentingan turut mendukung upaya besar ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....