ETMC XXXIII, Momen Krusial di Ruang Ganti Bintang Timur

  • 25 Mar 2025 14:08 WIB
  •  Ende

KBRN, Ngada: Bintang Timur Atambua FC sukses menorehkan sejarah dengan menjuarai El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIII, Senin, 24 Maret 2025, usai menaklukkan Persebata Lembata lewat drama adu penalti di Stadion Oepoi, Kupang. Kemenangan ini tidak lepas dari strategi jitu Coach Ludovikus Lodi Mau, yang mampu membalikkan keadaan setelah timnya tertinggal dua gol di babak pertama.

Pelatih Bintang Timur yang akrab disapa Coach Ovik ini, mengakui bahwa para pemainnya sempat terkejut dengan permainan cepat yang diterapkan Persebata Lembata. Kepanikan tersebut membuat koordinasi lini belakang Bintang Timur Atambua FC menjadi sedikit kacau.

"Jadi dua gol yang tercipta di babak pertama itu adalah gol bunuh diri," ucap Coach yang akrab disapa Coach Ovik ini kepada RRI Ende, Selasa (25/3/2025).

Dia juga mengakui bahwa timnya agak lemah di lini tengah untuk mengimbangi permainan Persebata Lembata yang dimotori Rusli dan Pican Wuwur. Namun di waktu jeda di ruang ganti, Coach Ovik memberikan instruksi kepada pemainnya untuk tidak meladeni permainan di lini tengah yang diterapkan Persebata.

Sebagai konsekuensinya, Bintang Timur Atambua FC harus bermain lebih efektif dengan melakukan direct ball ke sisi sayap, lalu langsung ditopang oleh gelandang tengah."Saya juga minta agar dia bek sayap untuk tidak terlalu naik ke tengah, tetapi mereka langsung memberikan umpan panjang ketika ada celah," ujarnya.

Menurutnya, itulah strategi yang diterapkan Bintang Timur sehingga berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua. Selain strategi, Coach Ovik juga mengungkapkan bahwa anak-anak juga diberi motivasi, di mana mereka ingin mengukir sejarah pertama kali menjuarai El Tari Memorial Cup.

"Kalau kita mau buat sejarah, kita harus kerja keras," kata Coach mengulang pesannya kepada para pemain.

Motivasi dan strategi ini terbukti berhasil, dan Bintang Timur Atambua FC akhirnya menjuarai El Tari Memorial Cup (ETMC) untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Persebata Lembata lewat drama adu penalti. Keberhasilan ini juga seolah menjadi keberhasilan yang tertunda, di mana pada edisi sebelumnya yakni ETMC XXXII di Rote Ndao.

Saat itu mereka harus puas menjadi runner-up setelah dalam laga final kalah dari PSN Ngada lewat drama adu penalti. Coach Ovik sendiri merupakan mantan pemain Persab Belu.

Dia tercatat membela Persab Belu dalam ajang ETMC sebanyak lima kali, termasuk saat ETMC di Ngada pada 2009. Selanjutnya, Coach Ovik juga sempat merumput di Bali sebelum akhirnya bergabung dengan Bintang Timur Atambua FC pada 2016.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....