Mengenal Rabies dan Upaya Pertolongan Pertama

  • 02 Jul 2024 21:29 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende : Rabies merupakan salah satu penyakit zoonotik yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Infeksi ini ditularkan oleh hewan yang terinfeksi penyakit rabies. Hewan utama sebagai penyebab penyebaran rabies adalah anjing, kelelawar, kucing dan kera. Di Indonesia rabies atau yang dikenal dengan “penyakit anjing gila” masih menjadi salah satu masalah yang mengancam kesehatan masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies dan dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit menular akut, menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh Lyssavirus. Virus rabies bisa menular melalui air liur, gigitan atau cakaran dan jilatan pada kulit yang luka oleh hewan yang terinfeksi rabies, hewan yang berisiko tinggi tinggi untuk menularkan rabies umumnya adalah hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin rabies.

Masa Inkubasi Rabies

Gejala masa inkubasi virus rabies berkisar antara 4 – 12 minggu, setelah masa inkubasi orang yang tertular virus rabies akan mengalami gejala mirip flu, demam otot melemah, kesemutan atau merasa terbakar di area gigitan, sakit atau nyeri kepala, demam, mual dan muntah, merasa gelisah, bingung atau terancam tanpa ada penyebab, hiperaktif, halusinasi, insomnia atau gangguan tidur, kesulitan menelan ketika makan atau minum serta produksi air liur berlebih. Gejala rabies pada manusia berkembang secara bertahap dimulai dengan gejala awal yang mirip flu lalu berkembang menjadi gangguan neurologis yang parah. Meski bisa berakibat fatal, pasien tetap berpeluang sembuh asal segera diobati setelah terpapar virus rabies.

Tindakan-tindakan pencegahan terinfeksi virus rabies dengan mengurangi faktor-faktor risiko dengan cara : Melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan, Mendapatkan vaksin rabies untuk diri sendiri, Menjaga kontak dari hewan yang berpotensi memiliki virus rabies, Menjaga hewan peliharaan agar tidak berinteraksi dengan hewan liar atau asing, Melaporkan ke petugas kesehatan apabila menemui seseorang atau hewan yang mempunyai gejala rabies dan Cegah hewan-hewan lain yang berpotensi menyebarkan rabies masuk kedalam rumah.

Bagaimana ciri-ciri Rabies pada manusia?

Demam, mual, sakit tenggorokan, sakit kepala hebat, gelisah, takut air (hydrophobia), takut cahaya (photophobia), air liur berlebihan (hipersalivasi).

Bagaimana ciri-ciri Rabies pada anjing ?

  • Tipe Ganas

Suara menjadi parau, Tidak menurut perintah majikan, Menggigit dan menyerang apa saja yang bergerak/dijumpai, Lari tanpa tujuan, Lupa pulang, Berkelahi tak mau kalah, Ekor berada di antara dua paha, Kejang-kejang yang disusul kelumpuhan, Biasanya mati dalam 4-7 hari setelah gejala pertama muncul.

  • Tipe Tenang

Bersembunyi di tempat gelap dan sejuk, Tidak mampu menelan, Mulut terbuka, Air liur berlebihan, Kejang-kejang berlangsung singkat bahkan sering tidak terlihat, Kelumpuhan dan Kematian terjadi dalam waktu singkat.

Pertolongan Pertama :

Sebagai langkah pertolongan pertama jika seseorang digigit hewan penular rabies seperti anjing, cara penanganan luka gigitan hewan penular rabies yaitu dengan mencuci luka gigitan secepatnya dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit lalu diberikan antiseptik. Langkah selanjutnya segera bawa ke rumah sakit untuk kembali dilakukan pencucian luka dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR), penanganan luka sesegera mungkin efektif dapat mencegah timbulnya gejala dan kematian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....