Tour Jelajah Flores 1001 Tikungan Digelar Pekan Depan

  • 19 Okt 2022 12:42 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Sebanyak 20 legenda pembalap nasional yang berjaya di dalam negeri dan kancah internasional pada era 1980-an akan menjelajahi Pulau Flores, 24 – 29 Oktober 2022. Para Legenda Pembalap Nasional akan mempromosikan Wisata Tanah Air dengan menggelar tour dari Flores Timur hingga Labuan Bajo. Kepada RRI dalam Lintas Ende Pagi, Rabu (19/10) Journalis Senior & Ketua Tour de Flores Heritage, Alex Dungkal mengatakan Tajuk touring “Jelajah Flores 1001 Tikungan”bagian dari komitmen dan program Legend Riders Club untuk ikut membantu pemerintah mengembangkan pariwisata di Tanah Air. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

"Mereka ini sudah berhasrat untuk ke Flores, karena mereka sudah mendengar informasi bahwa Flores itu Indah dan mereka membawa misi untuk ikut mempromosikan pariwisata daerah selama beberapa tahun terakhir ini memang trend mereka mencintai Pariwisata Indonesia,"ujarnya

Dia menambahkan, Flores memiliki kearifan lokal yang luar biasa beragam dan unik. Sehingga perlu dipromosikan dan dikembangkan agar bisa membawa dampak bagi perekonomian masyarakat lokal. Namun, dari 9 Kabupaten di Flores hanya 8 Kabupaten saja yang disinggahi, sementara untuk Kabupaten Lembata memang dari segi teknis sedikit sulit untuk melakukan touring. Selain 20 para pembalap senior tersebut, para panitia juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin bergabung untuk melakukan touring bersama.

"Ada diantara pembalap yang pakar dibidang touring dan otomotif, jadi sekaligus mungkin teman-teman di daerah bisa belajar dari mereka ini, tidak hanya itu ada pengusaha juga, jadi teman-teman ini sambil touring juga bisa mendapatkan edukasi,"lanjut Alex

Rencananya, para legenda akan berhenti sejenak di pusat-pusat peradaban tua di Flores, seperti situs Homo Floresiensis di Liang Bua (Manggarai), Warloka/Golo Mori (Manggarai Barat), kampung megalitik Bena (Ngada), kampung-kampung adat (Nagekeo), hingga Kota Renya Larantuka, sebagai peninggalan satu-satunya kerajaan Katolik di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....