Warga Desa Lengkosambi Barat Komsumsi Ubi Gadung Sebagai Pangan Alternatif
- 15 Apr 2024 23:28 WIB
- Ende
KBRN, Ende : Guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sebagian warga masyarakat Desa Lengkosambi Barat di Kecamatan Riung mulai mengkomsumsi Ubi Gadung atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ondo sebagai pangan alternative akibat masih mahalnya harga beras di pasaran.
Ubi Gadung memiliki bentuk bulat lonjong mirip sirsak berwarna coklat muda dengan bintik pada kulit luarnya serta banyak ditemukan di hutan dan mengandung racun. Jika salah dalam pengolahannya akan mengakibatkan kepala pusing dan mual.
Bagi masyarakat Desa Lengkosambi Barat, pengolahan ubi gadung harus dilakukan secara hati-hati dan dicuci berkali-kali untuk memastikan kandungan racun tidak ada lagi sehingga harus dijemur dan dihancurkan dengan cara ditumbuk untuk mendapatkan ubi gadung yang sudah halus agar dapat dimasak dan dimakan seperti biasanya.
Salah seorang warga Lengkosambi Barat Romualdus Dhari menjelaskan bahwa kenaikan harga beras dan berkurangnya pendapatan keluarga memaksa mereka untuk menjadikan Ubi Gadung sebagai alternative pangan sehingga kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi di tengah harapan bantuan pemerintah untuk dapat menolong masyarakat dalam ketersediaan pangan yang layak.
“Akibat gagal tanam dan curah hujan berkurang, terpaksa warga mulai makan ubi hutan. Ubi hutan ini dimakan karena lapar sambal menanti jagung belum isi dan kekurangan makanan akibat kekeringan,”ujar Romualdus.
Tingginya komsumsi ubi gadung oleh masyarakat saat ini tidak terlepas dari curah hujan yang semakin berkurang dan mengakibatkan tanaman pertanian lainnya mengalami kekeringan sehingga masyarakat hanya bisa pasrah terhadap situasi ini dan berharap pemerintah segera membantu masyarakat dengan operasi pasar murah maupun bantuan sosial lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....