Gelombang Tinggi Ancam Pelayaran Perairan NTT Hari Ini

  • 07 Okt 2026 11:23 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Gelombang hingga 3,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan NTT.
  • Gelombang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan NTT.
  • Selat Sumba bagian barat berpotensi mengalami gelombang tinggi 2,5–3,5 meter.
  • Angin 15–45 km/jam bertiup dari arah timur laut hingga tenggara.
  • Nelayan dan pelaku pelayaran diimbau memantau informasi BMKG dan tidak memaksakan diri melaut saat cuaca berbahaya.

RRI.CO.ID, Ende - Gelombang laut dengan ketinggian hingga 3,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 7 Oktober 2026. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga Kamis, 8 Oktober 2026 pagi.

Prakirawan Stasiun BMKG Tenau-Kupang, Nimrot Adipapa Sipa, kepada RRI, Rabu, 7 Oktober 2026, mengatakan berdasarkan informasi cuaca maritim, gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sawu Jua, perairan utara Kupang-Rote, dan perairan selatan Timor-Rote. Kondisi gelombang tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan keselamatan perahu nelayan dan kapal tongkang.

Sementara itu, gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 3,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sumba bagian barat. Gelombang tinggi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya kapal feri.

“Secara umum, kondisi cuaca di perairan NTT diprakirakan cerah berawan dengan angin bertiup dari timur laut hingga tenggara. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 15 hingga 45 kilometer per jam”, ucap Adipapa.

Masyarakat, terutama nelayan dan pelaku pelayaran, diimbau mempertimbangkan kondisi angin dan gelombang sebelum melaut. Jika kondisi cuaca dinilai membahayakan, pelayaran sebaiknya ditunda demi menghindari risiko kecelakaan di laut.

BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca maritim resmi karena kondisi perairan dapat berubah secara dinamis. Informasi terbaru penting menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas pelayaran di wilayah NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....