Undana dan Pemkab Sikka Perkuat Kerja Sama Berdampak

  • 07 Okt 2026 09:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Pemerintah Kabupaten Sikka memperkuat kerja sama melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta diskusi penjajakan program baru, Selasa 6 Oktober 2026. Pertemuan ini diarahkan untuk mempercepat implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani 16 Juli 2026 menjadi Perjanjian Kerja Sama (MoA) dan program nyata.

Kegiatan berlangsung di Cafe 69 Maumere karena Kantor Bupati Sikka masih belum dapat digunakan setelah terdampak gempa bumi dan menjalani perbaikan. Pertemuan tersebut mempertemukan jajaran Undana dengan pimpinan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk membahas sejumlah kebutuhan pembangunan daerah.

Delegasi Undana diwakili Guru Besar bidang Sejarah Kebudayaan Daerah FKIP Undana, Prof. Dr. Drs. Andreas Ande, M.Si., dan Sub Koordinator Humas Undana, Ollien Manggol, S.KM., MPA., CRA., CRP. Dari Pemkab Sikka hadir Bupati Juventus Yoris Prima Kago, Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi, Sekretaris Daerah, Kepala Bapperida, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

Bupati dan Sekretaris Daerah Sikka menegaskan perhatian pemerintah daerah terhadap sejumlah persoalan prioritas, terutama pengentasan kemiskinan dan penanganan sampah. Pemkab Sikka juga membuka ruang kolaborasi riset pengolahan sampah serta penguatan riset unggulan Undana melalui konsep Riset Berdampak dan Guru Besar Berdampak bersama Bapperida.

Kolaborasi tersebut akan diselaraskan dengan Rencana Induk Pembangunan (RIPP) dan Roadmap Pemajuan IPTEK agar sejalan dengan RPJMD serta memenuhi kebutuhan kajian akademis. Pendekatan ini diharapkan membuat hasil riset perguruan tinggi lebih mudah diterapkan untuk menjawab persoalan pembangunan di daerah.

Ollien Manggol mengatakan diskusi juga diarahkan untuk memetakan isu aktual dan peluang kerja sama yang dapat dilaksanakan pada 2027. Bidangnya mencakup pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, ketahanan pangan, pengembangan kawasan budaya, hingga penerapan teknologi penanganan African Swine Fever (ASF) melalui kolaborasi FKKH Undana dan Universitas Miyazaki Jepang.

Di sektor pendidikan dan kebudayaan, kerja sama diarahkan pada peningkatan mutu satuan pendidikan melalui pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar. Pembahasan juga mencakup penerapan muatan lokal bahasa daerah, revitalisasi fasilitas sekolah, pelestarian situs sejarah, serta revitalisasi rumah adat sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya Sikka.

Sementara di bidang kesehatan, kedua pihak mengevaluasi peluang kolaborasi layanan kesehatan tingkat pertama dan lanjutan, termasuk bersama RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Kerja sama juga diarahkan pada pemanfaatan hasil riset kesehatan Undana serta pendampingan pemenuhan dokumen lingkungan seperti AMDAL dan UKL-UPL bagi fasilitas rumah sakit.

Sebagai tindak lanjut, Undana dan Pemkab Sikka sepakat menyusun baseline perencanaan melalui Focus Group Discussion (FGD) lanjutan untuk memantapkan integrasi program akademisi dan pemerintah daerah. Hasil Monev kerja sama MoU, MoA, dan IA tahun 2025-2026 akan menjadi bahan Laporan Kerja Sama Tahunan Undana sekaligus dasar pengembangan kemitraan strategis yang ditargetkan memberi dampak langsung bagi masyarakat Sikka pada 2027.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....