159 Guru Ikut Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah

  • 07 Okt 2026 11:10 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID,KUPANG, — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong transformasi di sektor pendidikan. Melalui langkah strategis perbaikan dari sisi kepemimpinan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT resmi menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi Bakal Calon Kepala Sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena di Kupang, Senin, 5 Oktober 2026 .

Diklat tahap pertama ini diikuti 159 peserta dari total sasaran 294 calon kepala sekolah se-NTT. Pelatihan tersebut dirancang untuk mencetak pemimpin sekolah yang visioner dan responsif serta siap membawa perubahan nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di daerah.

Dalam arahannya, Melki laka Lena menegaskan bahwa kunci utama transformasi pendidikan di NTT terletak pada kualitas kepemimpinannya, bukan sekadar pergantian kurikulum atau buku pelajaran. Kepala sekolah dinilai memegang peran vital sebagai penentu arah perkembangan sekolah, pertumbuhan kompetensi guru, pembentukan karakter siswa, hingga penumbuhan jiwa kewirausahaan peserta didik.

Para calon kepala sekolah diimbau untuk mengubah pola pikir dalam kepemimpinan. Mereka diharapkan tidak bersikap sebagai atasan, melainkan sebagai pelayan yang senantiasa berfokus pada kebutuhan guru dan murid.

"Ruang kelas diharapkan menjadi ekosistem belajar yang hidup, interaktif, dan mendorong daya kritis siswa, alih-alih menjadi ruang pasif di mana hanya guru yang mendominasi pembicaraan," ujarnya.

Selain menekankan pentingnya pembentukan karakter mendasar seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, program ini juga mendorong kemandirian sekolah. Setiap SMA dan SMK di NTT ditargetkan mampu menghasilkan minimal satu produk unggulan yang dapat diproduksi dan dipasarkan secara mandiri. Langkah ini bertujuan agar para siswa tidak hanya berfokus pada capaian akademis, tetapi juga dibekali keterampilan praktis serta jiwa kewirausahaan.

Meskipun peningkatan mutu pendidikan di NTT masih menjadi tantangan besar, Pemerintah Provinsi NTT optimistis melalui kepemimpinan sekolah yang kuat, adaptif, dan bergotong royong, kualitas pendidikan yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan mandiri dapat terwujud demi masa depan daerah yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....