ELiA Dongkrak Kunjungan Perpustakaan Daerah Kabupaten Ende
- 05 Okt 2026 13:23 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Perpustakaan digital ELiA mendorong peningkatan kunjungan masyarakat ke layanan Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende sepanjang 2026. Platform tersebut menghadirkan akses katalog, buku digital, dan arsip daerah melalui perangkat yang terhubung dengan internet.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende Lambertus Siga Sare menyampaikan perkembangan tersebut, Senin, 5 Oktober 2026. Menurutnya, transformasi digital dilakukan karena minat baca masyarakat Ende masih relatif rendah berdasarkan jumlah kunjungan perpustakaan.
Saat ini, Perpustakaan Daerah Kabupaten Ende memiliki sekitar 15 ribu judul buku dalam koleksi layanan bacaan masyarakat. Namun, jumlah kunjungan harian masih belum mencapai target sehingga diperlukan pendekatan pelayanan yang lebih mudah diakses masyarakat.
Lambertus menjelaskan ELiA merupakan akronim dari Ende, Library, dan Arsip sebagai platform digital perpustakaan daerah. Platform tersebut mengintegrasikan layanan buku dan arsip sehingga masyarakat dapat menelusuri koleksi sebelum mengunjungi perpustakaan.
"Seluruh katalog judul buku yang tersedia telah dimasukkan ke dalam ELiA untuk memudahkan masyarakat menemukan bahan bacaan. Masyarakat dapat mengetahui koleksi yang tersedia sehingga memiliki gambaran bacaan sebelum datang langsung ke perpustakaan daerah." ujarnya.
ELiA tidak hanya menyediakan katalog, tetapi juga menghadirkan buku digital dan katalog arsip daerah yang dapat diakses masyarakat. Akses tersebut memungkinkan masyarakat membaca serta menelusuri informasi perpustakaan tanpa terbatas tempat dan waktu.
Kehadiran layanan digital turut meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan sejak diluncurkan pada 5 Agustus 2026 oleh pemerintah daerah. Menurut Lambertus, peningkatan paling terlihat berlangsung selama Agustus hingga September setelah layanan daring mulai digunakan masyarakat.
"Hingga September 2026, seluruh layanan perpustakaan mencatat 4.052 pengunjung melalui berbagai kanal pelayanan kepada masyarakat Ende. Jumlah tersebut terdiri atas 1.332 pengunjung perpustakaan daerah dan 2.720 pengguna layanan mobil perpustakaan keliling," ucapnya.
Lambertus menyebut akses digital memberikan perbedaan signifikan karena masyarakat dapat menggunakan layanan perpustakaan dari berbagai lokasi. Pengguna cukup memakai telepon seluler, tablet, atau komputer untuk mengakses koleksi digital kapan saja dan dimana saja.
Selain ELiA, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende menjalankan berbagai gerakan literasi untuk meningkatkan budaya membaca masyarakat. Salah satunya gerakan orang tua peduli literasi anak usia dini melalui pelayanan menggunakan mobil perpustakaan keliling.
Petugas mendatangi paroki, panti asuhan, pesantren, dan sekolah untuk mengenalkan literasi kepada anak melalui keterlibatan orang tua. Program tersebut juga diselaraskan dengan gerakan orang tua peduli anak yang dikembangkan Keuskupan Agung Ende.
Program literasi juga dilakukan melalui gerakan orang tua mengantar anak mengunjungi perpustakaan daerah secara terjadwal bersama sekolah. Langkah tersebut menyasar anak usia dini karena mereka membutuhkan pendampingan orang tua ketika mengakses layanan perpustakaan.
Menurut Lambertus, keterlibatan orang tua menjadi penting untuk membangun kebiasaan membaca sejak usia dini secara berkelanjutan. Sekolah kemudian dijadwalkan mengunjungi perpustakaan agar orang tua terdorong mendampingi anak dalam kegiatan literasi.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende juga terlibat dalam survei Tingkat Kegemaran Membaca yang dilaksanakan Perpusnas. Survei tersebut menyasar responden berusia minimal 15 tahun untuk mengukur perkembangan literasi masyarakat Kabupaten Ende secara lebih luas.
"Masyarakat diminta berpartisipasi dengan mengisi kuesioner elektronik yang disebarkan selama pelaksanaan survei tingkat kegemaran membaca tersebut. Data dari survei diharapkan memberikan gambaran mengenai perkembangan kebiasaan membaca masyarakat Ende sekaligus kebutuhan literasi kedepannya," ungkap Lambertus Siga Sare.
Pelayanan keliling tetap dilakukan secara rutin menggunakan mobil perpustakaan untuk menjangkau sekolah dan kelompok masyarakat secara langsung. Selain literasi, layanan tersebut juga digunakan dalam kegiatan trauma healing di sekolah pascagempa yang terjadi pada 15 Agustus.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi perpustakaan memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan literasi. Transformasi digital melalui ELiA kini melengkapi layanan tatap muka yang selama ini dilakukan melalui perpustakaan keliling.
Lambertus berharap kemudahan akses tersebut semakin mendorong masyarakat memanfaatkan koleksi perpustakaan secara rutin untuk kebutuhan pendidikan dan informasi. Masyarakat dapat mendaftar sebagai anggota secara langsung maupun melalui ELIA hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....