Tak Cukup Berani Bicara, Mahasiswa Keperawatan Perlu Belajar Mendengarkan
- 05 Okt 2026 08:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende- Kemampuan public speaking menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa keperawatan untuk membangun komunikasi yang baik dengan pasien. Keterampilan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberanian berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan dan menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami.
Patrisia Fitriani Rambu Ina Capa, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Ende, saat diwawancarai oleh RRI Ende pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Aula Program Studi D-III Keperawatan Ende, mengatakan materi Kuliah Tamu tentang komunikasi dan public speaking memberikan kesan positif dan inspiratif. Menurutnya, materi tersebut bermanfaat karena komunikasi merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Patrisia menjelaskan, mahasiswa keperawatan perlu memahami bahwa kemampuan berbicara tidak hanya ditentukan oleh keberanian untuk tampil di depan orang lain. Keterampilan tersebut juga membutuhkan latihan, termasuk membiasakan diri mendengarkan secara aktif, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dan membangun kepercayaan diri.
Ia mengungkapkan, kemampuan mendengarkan secara aktif penting dalam komunikasi antara perawat dan pasien. Perawat tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga perlu memahami apa yang dirasakan dan disampaikan pasien agar pelayanan dapat diberikan secara tepat.
Patrisia menilai penggunaan bahasa yang sederhana juga membantu pasien memahami informasi yang diberikan oleh perawat. Komunikasi yang jelas dan mudah dipahami dapat mendukung terciptanya hubungan yang baik serta membangun kepercayaan pasien kepada tenaga kesehatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendorong mahasiswa untuk lebih berani berkomunikasi dan menyampaikan pendapat. Namun, keberanian tersebut perlu terus diasah melalui latihan agar kemampuan berbicara dapat berkembang dan digunakan dalam situasi pelayanan keperawatan.
Ia menambahkan, kepada teman-teman mahasiswa agar tidak takut untuk berbicara dan terus melatih kemampuan komunikasi. Menurutnya, keterampilan tersebut akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi perawat yang profesional.
Ia berharap kemampuan komunikasi yang diperoleh melalui kegiatan Kuliah Tamu dapat terus diterapkan dalam proses pembelajaran maupun praktik keperawatan. Dengan komunikasi yang baik, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada pasien.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....