Kepercayaan Pasien Dimulai dari Cara Perawat Berkomunikasi

  • 04 Okt 2026 13:02 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende- Komunikasi menjadi salah satu kunci bagi perawat dalam membangun kepercayaan pasien sejak pertemuan pertama. Cara berbicara, bersikap, menggunakan bahasa tubuh, dan menunjukkan empati turut memengaruhi kenyamanan pasien selama menerima pelayanan.

Hal tersebut disampaikan Dominikus Rangga Hayon, S.Fil., MA.C, Religius dan Konselor, saat menjadi narasumber dalam Kuliah Tamu Pengembangan Kemampuan Komunikasi dan Public Speaking bagi Mahasiswa D-III Keperawatan di Aula Prodi D-III Keperawatan Ende, Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan tersebut membahas pentingnya kemampuan komunikasi dan public speaking bagi mahasiswa yang dipersiapkan menjadi tenaga keperawatan.

Dominikus menjelaskan, komunikasi bagi perawat bukan sekadar kemampuan menyampaikan kata-kata, tetapi menjadi bagian dari kompetensi dalam pelayanan. Intensitas interaksi dengan pasien dan keluarga membuat perawat perlu menyampaikan informasi secara jelas sekaligus memahami kondisi orang yang dilayani.

Kontak awal antara perawat dan pasien menjadi bagian penting dalam membentuk kesan dan kepercayaan. Melalui komunikasi tersebut, pasien dapat melihat profesionalisme, kesiapan, serta sikap perawat ketika memberikan pelayanan, ujarnya.

Ia menuturkan, kepercayaan tidak hanya dibangun melalui ucapan yang baik, tetapi juga melalui penampilan dan bahasa tubuh. Ekspresi wajah, nada bicara, serta cara memperlakukan pasien menjadi pesan yang dapat memengaruhi hubungan antara perawat dan pasien.

Menurutnya, Kemampuan tersebut berkaitan dengan komunikasi terapeutik yang dipelajari mahasiswa keperawatan. Komunikasi terapeutik dapat membantu perawat menggali kondisi pasien, memberikan edukasi, menciptakan rasa nyaman, serta mendukung proses perawatan.

Ia menambahkan, Komunikasi juga diperlukan ketika perawat bekerja bersama tenaga kesehatan lainnya. Perawat harus mampu menyampaikan informasi secara tepat sekaligus menunjukkan empati ketika menghadapi pasien yang cemas, takut, atau merasa tidak nyaman.

Dominikus berharap mahasiswa mulai melatih kemampuan komunikasi sejak berada di bangku pendidikan dan tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis. dan berharap calon perawat mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, komunikatif, empatik, dan mampu membangun kepercayaan pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....