Public Speaking Jadi Latihan Mahasiswa Keperawatan Bangun Kepercayaan Diri

  • 04 Okt 2026 13:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende- Kemampuan public speaking bagi mahasiswa keperawatan tidak hanya berkaitan dengan keberanian berbicara di depan banyak orang, tetapi juga kemampuan menyampaikan pertanyaan dan merespons lawan bicara secara tepat. Konsep tersebut diterapkan melalui simulasi komunikasi perawat dan pasien dalam Kuliah Tamu Pengembangan Kemampuan Komunikasi dan Public Speaking bagi mahasiswa D-III Keperawatan Ende Poltekkes Kemenkes Kupang.

Maria Salestina Sekunda, SST., M.Kes., Ners., Dosen Medikal Bedah dan Dosen Prodi D-III Keperawatan Ende sekaligus moderator kegiatan, dalam sambutannya di Aula Prodi D-III Keperawatan Ende, Jumat 2 Oktober 2026, mengatakan komunikasi merupakan modal dasar bagi mahasiswa sebagai calon perawat. Ia mengarahkan mahasiswa untuk berani memulai percakapan sekaligus tetap fokus pada informasi yang disampaikan pasien.

Dalam simulasi, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memerankan perawat dan pasien secara bergantian. Perawat memulai komunikasi dengan sapaan kemudian menanyakan keadaan pasien serta apa yang dirasakan sebelum pemeriksaan, ujarnya.

Ia menjelaskan, Pasien dalam simulasi menyampaikan bahwa kondisinya baik-baik saja, tetapi masih mengalami nyeri pada bagian ulu hati sejak malam. Percakapan tersebut memperlihatkan bahwa perawat membutuhkan kemampuan bertanya sekaligus mendengarkan untuk memperoleh gambaran mengenai keluhan pasien.

Ia juga menuturkan, Komunikasi kemudian diarahkan agar mahasiswa tidak hanya berbicara berdasarkan hafalan. Mahasiswa perlu memperhatikan jawaban pasien sehingga percakapan dapat berkembang secara alami dan tetap berfokus pada kondisi yang sedang dibahas.

Menurutnya, Untuk membangun suasana belajar yang lebih aktif, mahasiswa juga mengikuti latihan relaksasi berupa peregangan otot tubuh. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan mengikuti instruksi yang diberikan selama proses pembelajaran.

Ia menambahkan, Rangkaian kegiatan tersebut memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berlatih berbicara sekaligus membangun respons dalam situasi yang menyerupai interaksi pelayanan kesehatan. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari keterampilan komunikasi yang akan digunakan ketika mahasiswa menjalankan peran sebagai perawat.

Maria Sekunda berharap mahasiswa tidak lagi ragu untuk berkomunikasi ketika menghadapi pasien maupun lingkungan kerja. dan berharap kemampuan public speaking yang dilatih dapat membantu mahasiswa menyampaikan informasi dengan percaya diri, sopan, dan mudah dipahami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....