Kapasitas Penumpang Kapal Turun, Warga Kepulauan Minta Solusi Transportasi Laut

  • 03 Okt 2026 05:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID , Ende -Penurunan kapasitas penumpang kapal setelah terjadinya kecelakaan kapal menjadi perhatian masyarakat di wilayah kepulauan. Kondisi tersebut dinilai perlu disikapi dengan mempertimbangkan kebutuhan mobilitas warga yang masih sangat bergantung pada transportasi laut.

Masyarakat berharap pemerintah dapat mencari solusi agar pembatasan kapasitas penumpang tidak semakin menyulitkan mobilitas warga antarpulau. Koordinasi dengan kementerian terkait juga dinilai penting untuk memastikan kebutuhan transportasi laut tetap terpenuhi dengan mengedepankan keselamatan.

Transportasi laut menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat kepulauan, terutama saat musim liburan dan masa sekolah. Tingginya biaya transportasi udara membuat kapal tetap menjadi moda yang lebih banyak dibutuhkan masyarakat untuk bepergian antarpulau.

Kebutuhan terhadap kapal roll-on/roll-off (roro) juga cukup tinggi karena kapal tersebut dapat mengangkut penumpang sekaligus kendaraan. Masyarakat berharap frekuensi maupun ketersediaan armada roro dapat ditingkatkan sehingga mampu menyesuaikan dengan arus penumpang yang meningkat pada waktu-waktu tertentu.

Fraksi Gerakan Amanat Sejahtera atau fraksi gabungan, DPRD Ende Chairul Anwar mengatakan, persoalan kapasitas penumpang tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait. Penambahan armada oleh pemilik kapal dinilai dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang.

Selain penambahan armada, arus penumpang juga dinilai perlu menjadi pertimbangan dalam pengaturan kapasitas kapal. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat tetap dapat terlayani tanpa mengabaikan ketentuan keselamatan pelayaran.

Masyarakat memahami bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam operasional kapal. Namun, apabila kapasitas kapal memang harus dibatasi, diperlukan langkah lain agar kebutuhan transportasi warga kepulauan tidak terganggu.

Koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, kementerian terkait, dan operator kapal diharapkan dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Penanganan persoalan tersebut dinilai penting agar masyarakat tetap memiliki akses transportasi laut yang aman dan memadai.

Ditulis Oleh: Riana bhara/Mahasiswa Magang Universitas Nusa Nipa Maumere

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....