Dinkes Manggarai Bekali Nakes dengan Dukungan Psikososial Pascabencana
- 01 Okt 2026 08:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai membekali tenaga kesehatan dan staf yang terlibat dalam penanganan bencana dengan keterampilan dukungan psikososial. Pelatihan tersebut digelar di Posko Health Emergency Operation Center (HEOC), Selasa, 29 September 2026, untuk membantu petugas menjaga kondisi psikologis sekaligus memberikan pendampingan awal kepada masyarakat terdampak gempa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, mengatakan tenaga kesehatan yang bertugas dalam situasi bencana menghadapi beban kerja dan tekanan yang tidak ringan. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, mereka juga harus menghadapi situasi darurat serta kondisi penyintas yang membutuhkan perhatian.
Menurut Jefrin, perhatian terhadap kesehatan mental tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan selama masa pemulihan pascabencana. Kondisi psikologis petugas perlu diperhatikan agar mereka tetap mampu menjalankan tugas secara optimal ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.
"Tenaga kesehatan juga perlu mendapatkan perhatian, karena mereka berada di garis depan dan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Kita ingin memastikan mereka tetap mampu menjalankan tugas dengan baik sekaligus menjaga kondisi psikologisnya," ujar Jefrin.
Pelatihan tersebut dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai melalui kolaborasi dengan Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (UNTAR) Jakarta. Kegiatan menghadirkan Dr. Meiske Yunithree Suparman, M.Psi., Psikolog, bersama tim relawan psikolog.
Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai respons psikologis yang dapat muncul setelah bencana. Mereka juga dibekali keterampilan untuk mengenali tanda-tanda tekanan psikologis pada diri sendiri maupun orang lain yang membutuhkan dukungan.
Salah satu materi utama yang diberikan adalah Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis. Keterampilan tersebut ditujukan agar tenaga kesehatan mampu memberikan dukungan awal kepada masyarakat secara empatik, aman, dan sesuai dengan kebutuhan.
Jefrin menjelaskan, kemampuan memberikan dukungan psikologis awal penting dimiliki tenaga kesehatan karena mereka kerap menjadi pihak pertama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam situasi bencana. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat melengkapi kemampuan medis tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.
"Melalui pelatihan ini, kita berharap tenaga kesehatan tidak hanya mampu memberikan pelayanan secara medis, tetapi juga memiliki kemampuan memberikan dukungan psikologis awal kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Dalam penerapannya, peserta juga diberikan pemahaman mengenai batas kemampuan dalam memberikan pendampingan psikologis awal. Dukungan tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan layanan psikologis profesional sehingga masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut perlu diarahkan kepada tenaga profesional.
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi pascabencana sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat secara lebih menyeluruh. Dinas Kesehatan menilai kesehatan fisik dan kondisi psikologis merupakan dua aspek yang perlu diperhatikan secara bersamaan dalam proses pemulihan setelah bencana.
Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai juga mendorong tenaga kesehatan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dalam pelayanan sehari-hari. Penerapan tersebut terutama ditujukan ketika petugas berhadapan dengan masyarakat yang masih membutuhkan dukungan akibat dampak gempa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....