Lima Huntara di Manggarai Rampung, 184 Unit Masih Berproses

  • 01 Okt 2026 08:58 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai mencatat perkembangan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak gempa bumi hingga Rabu, 30 September 2026. Dari total alokasi 189 unit Huntara, baru lima unit yang telah selesai dibangun dengan progres mencapai 100 persen.

Lima unit Huntara yang telah rampung tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni satu unit di Desa Compang Carep, Kecamatan Langke Rembong, satu unit di Kelurahan Salama, Kecamatan Reok, satu unit di Kelurahan Reo Baru, Kecamatan Reok, dan dua unit di Desa Satar Ngkeling, Kecamatan Wae Ri'i. Sementara itu, sebanyak 41 unit lainnya telah mencapai progres pembangunan di atas 50 persen.

Dari 41 unit tersebut, progres pembangunan terbanyak berada di Desa Bangka Jong, Kecamatan Wae Ri'i, sebanyak 25 unit dan Desa Kakor, Kecamatan Ruteng, sebanyak 10 unit. BPBD juga mencatat 67 unit Huntara masih dalam tahap pengerjaan dengan progres fisik di bawah 50 persen.

Selain itu, sebanyak 76 unit masih berada pada tahap penyiapan dan pematangan lahan sehingga belum memasuki konstruksi utama. Penyiapan lahan tersebut tersebar di Desa Bulan sebanyak 22 unit, Desa Golo Mendo 24 unit, Desa Bangka Lao 17 unit, serta Kelurahan Watu dan Tenda masing-masing lima unit.

Secara keseluruhan, alokasi pembangunan Huntara dalam rekapitulasi BPBD terkonsentrasi di empat kecamatan. Kecamatan Wae Ri'i mendapat alokasi terbesar dengan 88 unit, disusul Kecamatan Ruteng 71 unit, Kecamatan Reok 17 unit, dan Kecamatan Langke Rembong 13 unit.

Sementara itu, delapan kecamatan lainnya, yakni Cibal, Cibal Barat, Lelak, Rahong Utara, Reok Barat, Satar Mese, Satar Mese Barat, dan Satar Mese Utara, belum tercatat mendapat alokasi Huntara dalam rekapitulasi tersebut. Data tersebut menunjukkan pembangunan Huntara masih difokuskan pada wilayah yang telah masuk dalam alokasi penanganan tahap berjalan.

Pembangunan Huntara merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan tempat tinggal sementara bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Hunian tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan tempat tinggal warga selama proses pemulihan dan penanganan rumah terdampak berlangsung.

Sebelumnya, Tenaga Ahli BNPB, Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi, menyebut sebanyak 109 unit Huntara telah masuk dalam progres pembangunan dari 385 unit rumah rusak berat yang terdata pada pendataan tahap pertama. Pembangunan tahap pertama tersebut tersebar di lima desa di wilayah Kecamatan Wae Ri'i, Ruteng, dan Reok.

Pembangunan Huntara tetap dilakukan sebagai langkah percepatan meskipun proses penetapan data By Name By Address (BNBA) tahap pertama masih berlangsung. Rumah yang mengalami kerusakan berat hingga roboh menjadi prioritas dalam pembangunan berdasarkan data sementara hasil pendataan lapangan.

Data sementara tersebut digunakan sebagai dasar untuk memulai pembangunan sambil menunggu penetapan resmi penerima Huntara. Pemerintah daerah bersama BNPB terus melakukan percepatan pekerjaan, terutama pada unit yang masih berada dalam tahap penyiapan lahan dan pembangunan dengan progres fisik di bawah 50 persen.

Dengan perkembangan hingga 30 September 2026, sebagian besar Huntara masih berada pada tahapan awal pembangunan. Pemerintah daerah dan BNPB terus memantau pelaksanaan pekerjaan agar pembangunan hunian sementara dapat berjalan sesuai tahapan penanganan pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....