TP PKK Manggarai Dukung Lansia Produktif Pengrajin Tikar
- 01 Okt 2026 09:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, memberikan perhatian kepada para lanjut usia (lansia) yang masih produktif sebagai pengrajin tikar di Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Senin, 28 September 2026. Perhatian tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako, rendang, dan selimut hangat kepada kelompok pengrajin tikar Rojok Urban Ngencung.
Kelompok Rojok Urban Ngencung merupakan binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai yang dibentuk sejak 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Lansia Urban Berdaya yang dirancang untuk mendukung para lansia di wilayah perkotaan yang masih produktif dan mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri melalui aktivitas ekonomi.
Meldyanti mengatakan, pemerintah daerah bersama TP PKK dan Dekranasda berupaya memberikan ruang yang lebih luas kepada para lansia untuk mengembangkan dan memasarkan hasil kerajinan mereka. Menurutnya, upaya tersebut diharapkan dapat mendorong para lansia tetap produktif sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk kerajinan lokal.
"Bagaimana kita mensuport lansia yang masih mampu untuk mencari nafkah. Ke depan, mereka akan memiliki pojok sendiri di Plaza Dekranasda untuk memajang hasil karya mereka," ungkap Meldyanti.
Meldyanti menambahkan, produk kerajinan yang dihasilkan kelompok tersebut akan didorong menggunakan bahan dasar alami dari Saung Re'a atau pandan duri. Pemanfaatan bahan lokal tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter sekaligus nilai produk kerajinan masyarakat Manggarai.
Ketua Kelompok Rojok Urban Ngencung, Theresia Sedis Lues, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah kepada para pengrajin lansia. Ia mengatakan, para anggota kelompok tetap bersemangat menganyam tikar meskipun wilayah Manggarai sempat dilanda gempa bumi.
Menurut Theresia, aktivitas menganyam tetap dilakukan dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar. Kendati sempat mengalami kendala distribusi selama beberapa hari setelah gempa, ketersediaan bahan baku untuk pembuatan tikar saat ini masih terjaga.
Apresiasi serupa disampaikan anggota kelompok, Genoveva Jujur dan Gerda Ndia, yang menyambut baik perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan dan keberlanjutan kerajinan tikar masyarakat setempat. Mereka berharap dukungan tersebut dapat membantu kelompok pengrajin mempertahankan kegiatan produksi sekaligus memperluas pemasaran produk.
Theresia juga mengajak masyarakat untuk mengenal dan menggunakan produk kerajinan lokal yang dihasilkan kelompoknya. Warga di sekitar Kota Ruteng yang membutuhkan tikar untuk keperluan acara adat maupun keluarga dapat menghubungi kelompok pengrajin di wilayah Ngencung, sekitar Kampung Nekang.
Selain memberikan dukungan kepada kelompok lansia pengrajin tikar, Meldyanti juga menyerahkan bantuan sosial titipan Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, kepada seorang warga yang membutuhkan alat bantu berjalan. Bantuan tersebut berupa satu unit tongkat kaki tiga yang diberikan kepada Maria Goreti Daiman, 58 tahun, warga yang telah mengalami stroke selama belasan tahun.
Maria menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah daerah melalui bantuan alat bantu berjalan tersebut. "Saya menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Bapak Bupati Manggarai dan Ibu Bupati Manggarai atas bantuan tongkat ini. Semoga Tuhan selalu memberkati pelayanan mereka," ucap Maria.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....