Tak Sekadar Periksa Kesehatan, Inovasi Ini Hadir Pascabencana
- 30 Sep 2026 13:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende- Penanganan masyarakat terdampak bencana tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir karena kebutuhan kesehatan dan pemulihan masih terus berlangsung. Kondisi tersebut menjadi perhatian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang datang ke Kabupaten Ende untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui layanan kesehatan dan sejumlah inovasi hasil penelitian.
Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dr. Dini Mariani, S.Kep., Ners, M.Kep., mengatakan kedatangan tim merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana. Dalam sambutannya, Selasa 29 September 2026, ia mengatakan pihaknya ingin hadir secara langsung dengan memberikan pelayanan sekaligus membawa produk penelitian yang dapat digunakan masyarakat.
Dr. Dini menjelaskan, rangkaian pengabdian mencakup pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, terapi bermain, pengukuran tumbuh kembang anak dan trauma healing. Kegiatan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat setelah bencana, termasuk perhatian terhadap kesehatan fisik dan kondisi anak-anak.
Ia menegaskan, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya juga membawa sejumlah produk hasil penelitian untuk dibagikan kepada masyarakat. Di antaranya Kursi Persalinan ESA, cream soup kaya gizi yang dapat digunakan dalam kondisi darurat, serta inovasi untuk membantu mengurangi nyeri.
Dr. Dini menuturkan kehadiran tim di Ende memang dilakukan setelah sejumlah pihak lainnya terlebih dahulu menjalankan bantuan di daerah terdampak. Menurutnya, pembagian peran tersebut membuat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya baru dapat melaksanakan pengabdian pada kesempatan ini, namun kebutuhan masyarakat tetap menjadi alasan utama untuk hadir.
Menurutnya, Sebelum berangkat ke NTT, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya juga telah menggalang donasi untuk membantu masyarakat di daerah yang terdampak bencana. Dini menyebut perjalanan dari Tasikmalaya menuju Jakarta, kemudian Kupang hingga Ende ditempuh dengan semangat untuk dapat bertemu langsung dan berbagi bersama masyarakat.
Ia menambahkan, Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Kupang sebagai mitra dalam pelayanan kepada masyarakat. Dini mengatakan perbedaan daerah, demografi dan budaya tidak menjadi penghalang untuk saling membantu ketika masyarakat di suatu wilayah mengalami musibah.
Ia berharap layanan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat setelah bencana. dan berharap pengabdian tersebut memperkuat kolaborasi antarinstitusi pendidikan kesehatan sehingga pelayanan kepada masyarakat terdampak dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....