November-Desember, BMKG Ingatkan NTT Waspadai Cuaca Ekstrem

  • 29 Sep 2026 15:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende- Memasuki November hingga Desember 2026, masyarakat Nusa Tenggara Timur perlu mewaspadai potensi hujan lebat, angin kencang, petir hingga puting beliung. Kondisi tersebut berkaitan dengan periode peralihan musim yang dapat memicu pertumbuhan awan cumulonimbus atau awan CB.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG El Tari Kupang, Helny Yovin Mega Milla, mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan karena cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai RRI terkait kondisi cuaca NTT memasuki November hingga Desember.

Ia menegaskan, awan cumulonimbus dapat menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat dalam durasi yang relatif singkat. Kondisi tersebut juga dapat disertai angin kencang dan petir, bahkan berpotensi memicu puting beliung di wilayah tertentu.

Ia menjelaskan, Masyarakat diminta mengenali tanda-tanda awal kemunculan cuaca ekstrem, terutama ketika terlihat awan besar berwarna gelap menyerupai bunga kol. Jika mulai terlihat pusaran angin, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda terbentuknya puting beliung.

Selain puting beliung, perubahan kondisi cuaca setelah periode panas atau kemarau juga dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti longsor. Flores dan sebagian wilayah Pulau Timor menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian karena memiliki wilayah yang berpotensi mengalami longsor ketika hujan turun setelah periode kering, ujarnya.

Menurutnya, seluruh wilayah NTT tetap memiliki potensi mengalami cuaca ekstrem sehingga kewaspadaan tidak hanya ditujukan pada daerah tertentu. Masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini BMKG sebelum melakukan aktivitas, terutama ketika kondisi atmosfer menunjukkan perubahan signifikan.

Ia menambahkan, Perhatian juga diperlukan pada periode November hingga April karena wilayah sekitar NTT mulai memasuki masa pertumbuhan bibit siklon tropis. Dampak aktivitas bibit siklon terutama perlu diwaspadai di wilayah selatan NTT, sepanjang Pulau Timor, Sabu, Rote dan Pulau Sumba.

Helny berharap masyarakat NTT meningkatkan kesiapsiagaan dengan terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG. dan berharap masyarakat dapat mengenali tanda-tanda cuaca ekstrem sejak dini sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dampaknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....