Pendidikan Pesantren Flores Timur Terus Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman
- 28 Sep 2026 10:31 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur: Pendidikan pesantren di Kabupaten Flores Timur terus diarahkan untuk menghasilkan santri yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Penguatan karakter, keterampilan sosial, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam pembinaan santri di daerah tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur Yosef Aloysius Babaputra, S.Fil., M.M., Yosef Aloysius Babaputra, S.Fil., M.M., Kepada RRI Kamis 24 September 2026 mengatakan Flores Timur memiliki modal besar dalam pengembangan pendidikan pesantren yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda. Menurutnya, berbagai upaya pembinaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pendidikan pesantren di daerah tersebut terus berkembang.
"Kita memiliki modal besar yang memberi keyakinan kepada masyarakat NTT, bahwa penyelenggaraan pendidikan pesantren kita sudah beradaptasi dengan perkembangan zaman," ujar Yosef.
Ia menyebut sejumlah pesantren yang berperan dalam pengembangan pendidikan santri, yakni Pondok Pesantren Al Baraah Crowerian, Ikhwatul Mukminin Adonara, dan Madinatul Najah Menanga Solor. Arah pendidikan di pesantren tersebut dinilai telah mengacu pada tujuan pendidikan pesantren sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2020.
Selain memberikan pendidikan keagamaan, pesantren juga menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan kecakapan keilmuan dan keterampilan sosial. Pembinaan kepemimpinan serta penguatan wawasan ekoteologi turut menjadi bagian dari pendidikan yang diberikan kepada para santri.
Yosef menjelaskan, berbagai kegiatan pembiasaan dan pengembangan diri di lingkungan pesantren telah memberikan bekal bagi santri untuk mengikuti kegiatan di luar daerah. Salah satu bentuk pengembangan tersebut adalah keikutsertaan kontingen Flores Timur dalam Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI tingkat nasional.
Kepercayaan yang diberikan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT kepada Flores Timur dinilai tidak terlepas dari proses pembinaan yang telah berlangsung selama ini. Pengalaman mengikuti kegiatan Pramuka Madrasah tingkat kabupaten juga menjadi salah satu modal dalam mempersiapkan santri menghadapi kegiatan nasional.
Melalui keikutsertaan dalam perkemahan tersebut, para santri diharapkan memperoleh pengalaman baru yang dapat mendukung pengembangan diri mereka. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat dibagikan kepada sesama santri setelah kembali ke lingkungan pesantren.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....