RS Lapangan Manggarai Usulkan Rumah Singgah bagi Pasien

  • 30 Sep 2026 11:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kabupaten Manggarai di lapangan Bandara Frans Sales Lega Ruteng mengudulkan adanya rumah singgah bagi pasien terutama yang telah menyelesaikan perawatan, tetapi masih membutuhkan pemantauan dan kontrol medis lanjutan.

Usulan tersebut dinilai penting bagi pasien terdampak gempa yang rumahnya mengalami kerusakan sehingga belum memungkinkan untuk menjalani masa pemulihan secara optimal di tempat tinggal maupun posko pengungsian.

Humas Rumah Sakit Lapangan Kabupaten Manggarai Rista Mari, mengatakan rumah singgah dapat menjadi tempat sementara bagi pasien yang secara medis sudah diperbolehkan pulang, tetapi masih harus menjalani kontrol dalam beberapa hari berikutnya.

“Menurut saya, perlu dipikirkan juga untuk rumah singgah bagi pasien yang sudah keluar dari rumah sakit tetapi masih membutuhkan pemantauan, karena tiga hari kemudian dia harus kontrol lagi,” katanya.

Menurut Rista, kondisi sejumlah posko pengungsian yang masih memiliki keterbatasan fasilitas menjadi perhatian, terutama bagi pasien pascaoperasi yang membutuhkan kebersihan dan pemantauan kondisi luka.

“Kalau misalnya masih di bawah pengawasan, seperti pasien pascaoperasi yang masih perlu pemantauan dan kontrol kembali ke sini, saya sangat riskan kalau mereka langsung pulang dan dirawat di posko,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pasien pascaoperasi umumnya masih membutuhkan kontrol medis beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit. Dalam kondisi tertentu, pasien juga membutuhkan lingkungan yang mendukung proses pemulihan agar kondisi luka tetap terjaga dan risiko komplikasi dapat ditekan.

Rista mengungkapkan, pihak rumah sakit pernah menangani pasien yang kembali setelah mengalami masalah selama masa pemulihan di posko.

“Ada pasien yang setelah operasi dan sembuh dari rumah sakit kemudian kembali ke tempat tinggalnya di posko. Karena kontrolnya tidak terlalu bagus, pasien mengalami infeksi dan akhirnya kembali lagi ke sini,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya tempat pemulihan sementara bagi pasien yang belum dapat kembali ke rumah, khususnya mereka yang masih membutuhkan kontrol medis secara berkala.

Pihak Rumah Sakit Lapangan mencatat sekitar empat hingga lima pasien mengalami kondisi keluar-masuk rumah sakit dalam proses pemulihan setelah menjalani perawatan.

Di sisi lain, pelayanan di Rumah Sakit Lapangan masih cukup tinggi. Kunjungan pasien ke poliklinik tercatat lebih dari 100 orang per hari.

Rista berharap penyediaan rumah singgah dapat menjadi bagian dari dukungan pemulihan pasien terdampak gempa. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pasien menjalani masa pemulihan dengan lebih aman sebelum kembali ke rumah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....